Skip to main content

Pengertian Reksadana dan Jenis-jenisnya

Ada beragam jenis investasi yang bisa Anda pilih, salah satunya adalah investasi reksadana. Lalu, apa itu reksadana?

Dalam dunia investasi, reksadana adalah salah satu jenis invstasi yang sangat umum. Dan bagi Anda yang belum paham apa itu reksadana, berikut ini akan saya ulas mengenai pengertian reksadana.

Pengertian Reksadana


Reksadana adalah salah satu jenis investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksadana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal, memiliki keinginan untuk melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas.

Selain itu, reksadana juga diharapkan dapat meningkatkan peran pemodal lokal untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Pada umumnya, reksadana diartikan sebagai wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

Ada tiga hal yang terkait dari definisi tersebut. Yang pertama, adanya dana dari masyarakat pemodal. Kedua, dana tersebut diinvestasikan dalam portofolio efek, dan ketiga, dana tersebut dikelola oleh manajer investasi.

Sehingga dengan demikian, dana yang ada dalam reksadana merupakan dana bersama para pemodal, sedangkan manajer investasi adalah pihak yang dipercaya untuk mengelola dana tersebut.

Jenis-jenis Reksadana


Secara umum, jenis-jenis reksana ada empat macam. Berikut ini penjelasan lengkap dari keempat jenis reksadana.

1. Reksadana Pasar Uang (Money Market Fund)


Reksadana pasar uang adalah jenis reksadana yang melakukan investasi pada jenis instrumen investasi pasar uang dangan masa jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Bentuk instrumen investasinya dapat berupa time deposit (deposito berjangka), certificate of deposit (sertifikat deposito), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) dan berbagai jenis instrumen investasi pasar uang lainnya.

Tujuannya untuk menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal. Risikonya relatif paling rendah dibandingkan reksadana jenis lainnya.

2. Reksadana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)


Reksadana pendapatan tetap adalah jenis reksadana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari aktivanya dalam bentuk efek utang atau obligasi.

Tujuannya untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang stabil. Risikonya relatif lebih besar daripada reksadana pasar uang.

3. Reksadana Campuran (Balance Mutual Fund)


Reksadana campuran adalah jenis reksadana mengalokasikan dana investasinya dalam portofolio yang bervariasi. Instrumen investasinya dapat berbentuk saham dan dikombinasikan dengan obligasi.

Tujuannya untuk pertumbuhan harga dan pendapatan. Risiko reksadana campuran bersifat moderat dengan potensi tingkat pengembalian yang relatif lebih tinggi dibandingkan reksadana pendapatan tetap.

4. Reksadana Saham (Equity Fund)


Reksadana saham adalah jenis reksadana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari aktivanya dalam bentuk efek bersifat ekuitas.

Tujuannya untuk pertumbuhan harga saham atau unit dalam jangka panjang. Risikonya relatif lebih tinggi dari reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap, namun memiliki potensi tingkat pengembalian yang paling tinggi.


Tips Untuk Berinvestasi


Berinvestasi dapat memberikan keuntungan yang cukup besar jika segala sesuatunya telah diperhitungkan dengan cukup matang. Dan sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi, ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan.

1. Tentukan Tujuan Investasi Anda


Sebelum memulai berinvestasi, Anda perlu mengetahui apa sebenarnya tujuan investasi Anda. Tujuan Investasi bisa menjadi motivasi Anda dalam menjalankan investasi karena setiap tujuan investasi mempunyai jangka waktu dan profil risiko yang berbeda, sehingga instrumen investasinya pun harus disesuaikan. Tujuan Investasi ini nantinya dapat menjadi patokan dalam menentukan reksa dana yang cocok bagi Anda setelah mengetahui jangka waktu investasi dan juga profil risiko Anda.


2. Kenali Risiko Profil Anda


Tergantung dari jenisnya, reksa dana memiliki profil risiko yang berbeda-beda. Karena itu untuk memilih reksa dana yang sesuai dengan Anda sangat penting untuk mengenali profil risiko Anda terlebih dahulu. Profil atau toleransi risiko adalah kemampuan dan ‘kerelaan’ investor untuk menerima kemungkinan atas kehilangan sebagian atau seluruh pokok investasi demi meraih potensi imbal hasil yang lebih besar. Seorang investor dengan profil risiko agresif cenderung memiliki toleransi risiko yang tinggi, yang mungkin berani kehilangan sebagian besar uangnya demi mengejar imbal hasil yang lebih tinggi. Di sisi lain, seorang investor dengan profil risiko konservatif cenderung akan memilih investasi yang mempertahankan pokok investasinya. Untuk itu, Anda perlu mengenali profil risiko yang sesuai dengan Anda. Untuk dapat mengenal profil risiko anda dapat mencoba di sini.


3. Tentukan Lebih Dulu Jangka Waktu Investasi


Setelah Anda mengenali profil risiko, selanjutnya Anda dapat menentukan jangka waktu investasi yang sesuai dengan profil risiko Anda. Investasi reksa dana membutuhkan jangka waktu yang berbeda-beda. Ada yang kurang dari setahun, 1-3 tahun. 3-5 tahun, bahkan ada yang lebih dari 5 tahun. Bila jangka waktu investasi Anda kurang dari setahun, Anda bisa memilih reksa dana pasar uang yang hanya berinvestasi pada instrumen pasar uang seperti deposito, sehingga risikonya pun lebih rendah, dan cenderung stabil. Untuk jangka waktu 1-3 tahun, Anda dapat berinvestasi pada reksa dana pendapatan tetap. Sementara itu, untuk jangka waktu 3-5 tahun, Anda dapat berinvestasi pada reksa dana campuran. Terakhir, bila Anda menginginkan investasi lebih dari 5 tahun, maka reksa dana saham bisa menjadi pilihan untuk Anda. Perlu diperhatikan bahwa jangka waktu investasi ini hanya merupakan panduan umum. Untuk mulai berinvestasi, Anda tetap harus terlebih dahulu mengenal profil risiko Anda.

4. Carilah Manajer Investasi Terpercaya


Perusahaan manajemen investasi atau kerap disebut manajer investasi adalah pihak yang mengelola dan menginvestasikan dana masyarakat yang telah terkumpul, ke dalam berbagai instrumen investasi, dalam bentuk reksa dana. Untuk menghasilkan reksa dana terbaik, Manajer Investasi akan berupaya untuk mengelola berdasarkan analisa keuangan dan analisa pasar secara menyeluruh. Perusahaan manajer investasi yang mempunyai reputasi baik umumnya memiliki tim investasi yang lengkap serta proses investasi yang terstruktur dan dapat dipertanggungjawabkan.

5. Cari Informasi Bagaimana Proses Uang Anda Diinvestasikan


Keterangan tertulis dan terperinci seperti yang tertulis di prospektus reksa dana, dapat memberikan informasi bagaimana proses uang Anda diinvestasikan, siapa yang mengelola investasi nya dan informasi lain mengenai produk secara lebih detail. Informasi tersebut diharapkan dapat membantu Anda untuk memutuskan apakah produk tersebut sesuai dengan yang Anda harapkan. Untuk mengetahui kinerja historis dan rangkuman mengenai produk reksa dana tertentu, anda dapat membaca Fund Fact Sheet dan Product Card reksa dana tersebut.

6. Kenali dan Periksa Biaya-Biaya Reksa Dana


Saat berinvestasi di reksa dana, ada beberapa biaya-biaya yang dikenakan kepada investor diantaranya biaya pembelian unit penyertaan (subscription fee), biaya penjualan kembali unit penyertaan (redemption fee), biaya pengalihan unit penyertaan (switching fee), dan biaya transfer bank terkait.

Secara garis besar, biaya pembelian (subscription fee) akan dikenakan saat Anda melakukan pembelian unit penyertaan reksa dana. Kemudian, biaya penjualan kembali (redemption fee) adalah biaya yang dikenakan pada saat anda menjual kembali unit penyertaan reksa dana (mencairkan investasi) yang dimiliki. Sementara itu, biaya pengalihan (switching fee) adalah biaya transaksi untuk mengalihkan dari reksa dana yang satu ke reksa dana lainnya, yang dikelola oleh manajer investasi yang sama. Untuk biaya-biaya ini, besarnya bervariasi dan ditetapkan oleh agen penjual efek reksa dana yang bersangkutan, namun Anda juga harus memastikan bahwa biaya tersebut tidak melampaui apa yang sudah tertulis di dalam prospektus.

7. Tentukan Dimana Anda Akan Membeli Reksa Dana


Tentukan dimana Anda akan membeli reksa dana. Pilihlah perusahaan Manajer Investasi yang sudah berpengalaman dengan track record yang terpercaya. Untuk Reksa Dana BNP Paribas, anda dapat membelinya melalui mitra distribusi yang telah bekerja sama dengan PT. BNPP IP untuk memasarkan Reksa Dana BNP Paribas.

pengertian reksadana

Demikian ulasan mengenai pengertian reksana, jenis-jenis reksadana, serta beberapa tips untuk memulai berivestasi. Semoga berguna bagi Anda.


Comment Policy: Sampaikan opini Anda melalui kolom komentar dibawah. Komentar yang tidak memenuhi pedoman atau memuat unsur negatif tertentu tidak akan ditampilkan. Terimakasih 😃
Buka Komentar
Tutup Komentar
close