Pengertian Hubungan Bilateral, Multilateral, Unilateral

Dalam hubungan antar negara kita biasa mendengar yang namanya hubungan bilateral. Lalu apa itu bilateral? Artikel ini akan memberi uraian mengenai definisi hubungan bilateral serta beberapa hal lainnya yang terkait dengan hubungan bilateral.

Hubungan bilateral atau dalam bahasa Inggris "bilateral relations / bilateralism" adalah suatu jenis hubungan yang melibatkan dua belah pihak. Istilah ini umumnya digunakan untuk menyebut hubungan yang melibatkan dua negara, khususnya suatu hubungan politik, budaya dan ekonomi di antara dua Negara.

Pada umumnya hubungan internasional dilakukan secara bilateral. Contohnya adalah perjanjian politik-ekonomi, pertukaran tumpang, dan kunjungan antar negara. Alternatif dari hubungan bilateral adalah hubungan multilateral - yang melibatkan beberapa negara, dan unilateral - manakala satu negara berlaku semaunya sendiri atau disebut freewill.

Pengertian Hubungan Bilateral


Hubungan bilateral adalah suatu jenis hubungan yang melibatkan dua pihak. Hubungan bilateral ini biasanya digunakan sebagai sambutan dalam hubungan yang melibatkan hanya dua negara,  secara khusus hubungan politik, ekonomi serta budaya di antara dua negara.

Sebagian besar hubungan internasional dilakukan dengan cara bilateral. Sebagai contoh perjanjian politik-ekonomi, pertukaran tumpang, serta kunjungan antar negara. Alternatif dari sebuah hubungan bilateral ini ialah hubungan multilateral, yang melibatkan banyak negara, serta hubungan unilateral, saat suatu negara berlaku semaunya sendiri alias freewill.

Pengertian Hubungan Multilateral


Multilateral merupakan istilah dalam hubungan internasional dengan kerjasama antara berberapa negara. Dengan sebagian besar organisasi internasional, misalnya PBB serta WTO, yang bersifat multilateral. Pendukung utama multilateral secara tradisional merupakan negara-negara yang memiliki kekuatan menengah seperti Kanada dan negara-negara Nordik.

Negara-negara besar sering bertindak secara unilateral, sementara negara-negara yang termasuk kecil mempunyai sedikit keuatan langsung terhadap urusan internasional, selain berpartisipasi di PBB, contohnya dengan mengkonsolidasikan suara mereka dengan negara-negara lain dalam pemungutan suara yang dilakukan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pengertian Hubungan Unilateral


Unilateralisme adalah agenda ataupun yang mendukung suatu tindakan sepihak. Tindakan seperti itu bisa muncul akibat tidak suka dengan pihak lain atau lawan sebagai bentuk komitmen untuk mencapai tujuan yang disepakati seluruh pihak. Unilateralisme merupakan neologisme yang sudah banyak dipakai. kata tersebut diciptakan sebagai anonim dari multilateralisme, doktrin yang menyatakan bahwa keterlibatan semua pihak akan menguntungkan seluruh pihak juga.

Dua istilah tersebut dapat mengacu pada suatu perbedaan pendekatan kebijakan luar negeri terhadap permasalahan internasional. Saat perjanjian terhadap beberapa pihak sangat dibutuhkan, contohnya sebuah kebijakan perdagangan internasional, perjanjian bilateral (yang melibatkan dua belah pihak saja) disitulah lebih diutamakan oleh para pendukung unilateralisme.

Unilateralisme ini diterapkan pada saat unilateralisme menjadi solusi yang paling tepat, dengan arti Unilateralisme dipakai dalam hal isu-isu yang bisa diselesaikan tanpa kerja sama. Tetapi, pemerintah juga memiliki pilihan antara Unilateralisme atau multilateralisme untuk menghindari kebijakan yang tidak bisa diwujudkan dengan cara unilateral atau memperjuangkan solusi multilateral untuk masalah yang seharusnya dapat diselesaikan dengan cara sepihak.

Pemerintahan biasanya berdalih bahwa tujuan akhir atau jangka menengah mereka akan dicapai dengan cara memperkuat lembaga dan skema multilateral seperti yang terjadi pada era Konser Eropa.

Secara sepihak; dilakukan (dipengaruhi dsb.) oleh satu golongan saja: Pernyataan kemerdekaan unilateral di negara itu tidak menimbulkan perubahan mengenai hubungan kekeluargaan yang didasarkan atas satu garis keturunan (bapak atau ibu saja) Kelompok kerabat yang terdiri atas garis keturunan yang unilateral.

Contoh Hubungan Bilateral


Berikut ini dipaparkan beberapa contoh hubungan bilateral antara Indonesia dengan beberapa negara Asia.

Hubungan Bilateral Indonesia dengan Jepang dibidang Perdagangan


Jepang merupakan salah satu negara mitra dagang terbesar Indonesia di sektor ekspor-impor Indonesia. Ekspor Indonesia ke Jepang bernilai $23.6 miliar, sedangkan impor Indonesia dari Jepang sebesar $6.5 miliar, sehingga bagi Jepang mengalami surplus besar impor dari Indonesia pada tahun 2007.

Komoditi penting yang di impor Jepang dari Indonesia adalah minyak, gas alam cair, batubara, hasil tambang, udang, tekstil dan produk tekstil, mesin, perlengkapan listrik, dll. Di lain pihak, barang-barang yang di ekspor Jepang ke Indonesia meliputi mesin-mesin dan suku-cadang, produk plastik dan kimia, baja, perlengkapan listrik, suku-cadang elektronik, mesin alat transportasi dan suku-cadang mobil.

Investasi langsung swasta dari Jepang ke Indonesia yang menurun sehubungan dengan stagnasi yang dialami perekonomian Indonesia akibat krisis ekonomi yang melanda Asia pada tahun 1997, kini belumlah pulih total, namun Jepang tetap menempati kedudukan penting di antara negara-negara yang berinvestasi di Indonesia.

Dalam jumlah investasi langsung asing di Indonesia dari tahun 1967 hingga 2007, Jepang menduduki tempat pertama dengan angka 11,5 persen dalam kesuluruhannya. Terdapat sekira 1000 perusahaan Jepang telah beroperasi di Indonesia. Perusahaan-perusahaan tersebut memperkerjakan lebih dari 32 ribu pekerja Indonesia yang menjadikan Jepang sebagai negara dengan jumlah penyedia lapangan kerja nomor satu di Indonesia.

Untuk kerjasama ekonomi, Indonesia merupakan negara penerima ODA (bantuan pembangunan tingkat pemerintah) terbesar dari Jepang. Pembayaran pada tahun 2005 adalah $1.22 miliar, yakni + 17 persen dari seluruh ODA yang diberikan Jepang.

Hubungan Bilateral Indonesia - Kanada


Kedutaan Besar Kanada di Indonesia menyediakan pelayanan perdagangan, konsuler dan imigrasi, di samping menjalankan kerja sama politik, ekonomi dan pembangunan. Tahun 2007, Kedutaan Besar membuka Pusat Penerimaan Permohonan Visa (VAC), untuk lebih mempermudah akses terhadap pelayanan di bidang ini. Sejak hubungan diplomatik diresmikan pada tahun 1953, Kanada dan Indonesia telah menjalin kemitraan yang erat.

Pada Juli 2004, Indonesia menganugerahkan pernghargaan tertinggi untuk warga sipil secara anumerta kepada Jenderal Andrew George McNaughton atas jasa-jasanya terhadap kemerdekaan Indonesia semasa beliau menjabat sebagai Duta Besar Kanada untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 1947-49.

Kepentingan Kanada terhadap Indonesia berangkat dari tujuan utama yaitu memastikan bahwa pembangunan demokrasi di Indonesia tetap berjalan. Hubungan bilateral terus meningkat melalui kerjasama yang didasarkan pada tujuan bersama, misalnya perdagangan dan investasi, pengentasan kemiskinan, penekanan resiko bencana alam dan pandemi, memerangi terorisme internasional, memajukan tata pemerintahan yang baik (good governance) dan hak asasi manusia, serta memastikan bahwa perdamaian akan terus berlangsung di propinsi Aceh. Menyusul terjadinya bencana tsunami bulan Desember 2004, di mana propinsi Aceh paling parah terkena dampaknya, warga Kanada yang prihatin berhasil mengumpulkan lebih dari 213 juta dollar untuk mendukung usaha pertolongan dan rekonstruksi di Indonesia dan negara-negara lain yang ikut terkena.

Banyak perusahaan Kanada yang telah membuka usahanya di Indonesia dan mempekerjakan puluhan ribu karyawan Indonesia. Indonesia merupakan pasar yang tengah berkembang untuk barang-barang, jasa pelayanan dan investasi asal Kanada. Kanada dan Indonesia bekerja sama untuk memajukan persaingan ekonomi yang lebih luas dan lingkungan bisnis yang lebih dapat dipertanggungjawabkan, khususnya di bidang infrastruktur, sektor minyak dan gas bumi, pertambangan, pertahanan dan dirgantara, teknologi informasi dan komunikasi, serta produk makanan hasil pertanian (agri-food). Perusahaan-perusahaan ini juga bekerja bersama untuk memajukan pertumbuhan yang berkesinambungan di bidang-bidang seperti perikanan dan kehutanan.

Selain hubungan ekonomi yang sangat erat, Kanada dan Indonesia juga terlibat dalam kegiatan konsultasi secara berkala di beberapa bidang termasuk perlindungan hak asasi manusia, tata pemerintahan dan pluralisme, pembangunan ekononomi, pengurangan kerentanan terhadap kemiskinan, dan perencanaan kebijakan luar negeri. Pertukaran akademik antara Universitas McGill dan Universitas Islam Negeri di Indonesia adalah sebuah elemen penting di dalam hubungan bilateral sejak tahun 1950an. Nilai-nilai bersama kedua negara terus diperkuat melalui pertukaran yang kaya di bidang seni budaya dan juga inisiatif-inisiatif diplomasi publik lainnya. Kanada dan Indonesia adalah mitra di beberapa organisasi multilateral, seperti Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), dan Perhimpunan Negara-Negara Asean.

Baca juga: Pengertian Pasar dan Jenis-jenisnya


Artikeloka » Referensi artikel edukatif

Judul Artikel: Pengertian Hubungan Bilateral, Multilateral, Unilateral
Ditulis Oleh: Luki Hardian

Apabila Anda ingin republikasi artikel, dimohon dengan sangat kebersediaannya untuk menyertakan link yang mengarah ke laman artikel Pengertian Hubungan Bilateral, Multilateral, Unilateral ini.

Jika artikel yang Anda baca bermanfaat, silakan like/bagikan dengan teman Anda di sosial media dengan menggunakan tombol share dibawah.

0 Response to "Pengertian Hubungan Bilateral, Multilateral, Unilateral"

Posting Komentar