Skip to main content

Akibat Rotasi Bumi dan Revolusi Bumi

Apa yang menyebabkan terjadinya siang dan malam? Jawabannya adalah hal itu terjadi karena bumi berputar pada porosnya atau yang disebut dengan akibat rotasi bumi.

Namun, kenapa kita tidak pernah merasakan perputaran bumi? Silahkan baca penjelasannya dibawah ini.

Pengertian Rotasi Bumi


Peredaran bumi mengelilingi sumbunya atau porosnya dari arah barat ke timur disebut dengan rotasi bumi. Lama proses peredaran bumi mengelilingi sumbunya ini disebut dengan kala rotasi, yaitu selama 23 jam 56 menit 4 detik. Kala rotasi dikenal dengan satu hari.

Tapi, peredaran bumi mengelilingi sumbunya tidak akan terasa karena adanya gravitasi. Jadi, gravitasi bumi dapat menarik semua benda ke arah pusat gravitasi bumi itu sendiri. Walaupun bumi itu berputar, kita tidak akan merasakan pergerakan rotasi bumi atau jatuh saat posisi kita ada dibawah bumi.

Akibat Revolusi Bumi


Revolusi bumi adalah gerakan bumi mengelilingi matahari sesuai garis edarnya. Waktu yang dibutukan bumi untuk mengelilingi matahari disebut kala revolusi bumi. Lamanya waktu yang dibutuhkan bumi untuk mengelilingi matahari untuk satu putaran adalah 365\frac{1}{4} hari.

Biasanya, dalam satu tahun digenapkan menjadi 365 hari. Hasil pembulatan ini kemudian digenapkan menjadi satu pada setiap tahun kabisat, yaitu tahun yang dapat dibagi empat. Tahun kabisat terjadi setiap empat tahun sekali.

Pada tahun kabisat, ada penambahan jumlah hari pada bulan Februari. Pada tahun biasa, jumlah hari pada bulan Februari adalah 28. Sedangkan pada tahun kabisat, jumlah hari pada bulan Februari adalah 29. Hasil pembulatan \frac{1}{4} hari selama empat tahun.

Baca juga:


Adanya musim hujan dan musim kemarau merupakan contoh akibat revolusi bumi yang dapat diamati secara mudah. Apakah hanya itu saja? Tentu tidak. Ada akibat revolusi bumi lain yang dapat diamati sobat idschool. Dan berikut ini adalah akibat revolusi bumi:

1. Adanya Perbedaan Lamanya Waktu Siang dan Malam


Negara-negara di belahan bumi utara memliki lama waktu siang dan malam yang berbeda dengan negara-negara di belahan bumi selatan. Di Indonesia, waktu siang dan malam hampir sama. Hal ini dikarenakan Indonesia terletak di daerah khatulistiwa. Inilah yang menyebabkan waktu siang di Indonesia hampir sama dengan waktu malamnya.

Di daerah yang dekat kutub, perbedaan antara siang dan malam dapat diamati secara lebih jelas. Pada musim dingin, waktu siang akan lebih singkat dari waktu malam. Kondisi sebaliknya terjadi pada musim panas, waktu siang akan lebih lama dari waktu malam.

Hal ini terjadi karena dalam gerakan perputaran bumi mengelilingi matahari, revolusi bumi, ada daerah yang terletak di apotema atau hipotema. Apotema adalah titik terjauh bumi dengan matahari sedangkan hipotema kebalikannya yakni titik terdekat bumi dengan matahari. 
  

2. Adanya Perubahan Rasi Bintang


Fenomena lain yang dapat diamati akibat dari revolusi bumi adalah adanya perubahan rasi bintang. Rasi bintang di langit akan terlihat berbeda pada setiap bulannya. Hal ini terjadi dikarenakan akibat revolusi bumi. Rasi bintang yang terlihat di langit akan terlihat berbeda dari satu waktu ke waktu lainnya.

3. Adanya Gerak Semu Tahunan Matahari


Kejadian gerak semu tahunan matahari diamati melalui posisi matahari dalam satu tahun. Suatu waktu, sobat idschool melihat matahari terbit dari timur agak sedikit ke utara. Suatu waktu, kadang sobat idschool akan melihat matahari terbit dari timur agak ke selatan. Kejadian ini terjadi akibat dari revolusi bumi.

4. Adanya Perubahan Musim


Indonesia terletak di daerah khatulistiwa, sehingga hanya mempunyai dua musim, yaitu musim panan dan musim hujan. Beberapa negara yang terletak dekat dengan kutub bumi, baik utara atau selatan, mempunyai empat musim. Keempat musim tersebut adalah musim dingin, musim semi, musim gugur, dan musim panas. Musim ini akan selalu berganti sepanjang tahun karena bumi akan terus berputar mengelilingi matahari, akibat revolusi bumi.

Akibat Rotasi Bumi


Akibat Rotasi Bumi
Gerakan rotasi bumi ini nyaris tidak dirasakan manusia, meski sebenarnya bumi terus berputar tiap saat. Rotasi bumi juga memiliki akibat dan dampak yang ditimbulkan pada kehidupan manusia. Salah satunya adalah terjadinya siang dan malam.

Dampak lain dari rotasi bumi adalah adanya perbedaan zona waktu, dimana jam 7 di Jakarta di saat yang sama sudah jam 9 di kota Jayapura. Hal ini dikarenakan zona waktu yang berbeda tiap wilayahnya.

Terdapat beberapa akibat yang ditimbulkan dari proses rotasi Bumi ini. Berikut adalah beberapa dampak rotasi bumi dan ulasannya.

1. Terjadinya Pergantian Siang dan Malam


Salah satu dampak rotasi bumi yang paling banyak diketahui adalah adanya siang dan malam. Setiap hari terjadi pergantian siang dan lama dan hal ini sebenarnya merupakan dampak dari adanya rotasi bumi tersebut.

Akibat perputaran Bumi pada porosnya, bagian bumi yang menghadap matahari akan terjadi waktu siang hari. Sebaliknya, bagian bumi yang membelakangi matahari akan mengalami waktu malam hari.

2. Gerak Semu Harian Matahari


Apakah Anda berpikir kalau matahari itu bergerak mengelilingi bumi? Bumi mengelilingi matahari. Matahari menjadi pusat tata surya yang dikelilingi oleh planet-planet di dalam orbitnya, termasuk bumi.

Peristiwa itu disebut gerak semu harian matahari. Pergerakan semu harian matahari disebabkan oleh rotasi bumi yang membuat matahari seolah-olah mengelilingi bumi. Matahari merupakan bintang yang menghasilkan energi atau cahaya sendiri. Nah, matahari itu juga berkeliling. Matahari bergerak mengelilingi sebuah lubang hitam yang berada di pusat galaksi Bima Sakti.

3. Perbedaan Zona Waktu


Rotasi bumi juga berpengaruh pada perbedaan waktu di bagian-bagian bumi. Terdapat 24 daerah waktu yang ada di bumi. Pusat waktu berada di kota Greenwich, Inggris yang terletak pada bujur 0⁰. Setiap selisih bujur 15⁰, perbedaan waktu mengalami selisih satu jam.

Bagian bumi di sebelah timur Greenwich mengalami waktu yang lebih cepat dari Greenwich, sedangkan bagian bumi di sebelah barat Greenwich mengalami waktu yang lebih lambat.

4. Perbedaan Percepatan Gravitasi Bumi


Dampak rotasi bumi lainnya adalah adanya perbedaan percepatan gravitasi bumi. Rotasi bumi mengakibatkan gerakan yang arahnya menjauhi pusat. Akibatnya bentuk bumi menjadi tidak bulat sempurna, tetapi agak mengembang di bagian tengahnya dan pepat di bagian kutubnya.

Hal tersebut kemudian menghasilkan perbedaan percepatan gravitasi bumi. Dampaknya, percepatan gravitasi di daerah khatulistiwa lebih kecil dibandingkan percepatan gravitasi bumi di daerah kutub.

5. Pembelokan Arah Arus Laut


Angin mengakibatkan terjadinya arus laut. Pada belahan bumi selatan, arah arus laut berbelok searah perputaran jarum jam. Pada belahan bumi bagian utara, arah arus laut berbelok berlawanan dengan arah putaran jarum jam.

Adapun gerak pembelokan arah angin dan pembelokan arus laut disebut efek Coriolis.

6. Perubahan Arah Angin


Perubahan arah angin juga menjadi dampak terjadinya rotasi bumi. Angin bergerak menuju daerah dengan tekanan minimum. Hal ini menyebabkan perubahan arah angin sebagai efek dari gaya Coriolis pada angin.

Pada belahan bumi bagian utara angin akan berbelok ke kanan. Sebaliknya, pada belahan bumi bagian selatan angin akan berbelok ke kiri. Efek dari gaya Coriolis ini ditimbulkan sebagai dampak dari rotasi bumi dan gerakan benda relatif terhadap permukaan bumi.

7. Perbedaan Ketebalan Atmosfer


Akibat adanya rotasi bumi juga berpengaruh pada terjadinya perbedaan ketebalan atmosfer. Seperti diketahui jika lapisan atmosfer terdiri dari troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, ionosfer dan eksosfer. Terdapat perbedaan ketebalan di tiap-tiap lapisan atmosfer tersebut.

8. Bentuk Bumi Menjadi Spheroid


Bentuk bumi

Bentuk bumi tidak bulat sempurna seperti bola sepak, tetapi lebih seperti bola pada olahraga rugby atau American football.

Yaitu berbentuk agak lonjong dengan sisi terbesar di bagian tengah (ekuator), sementara bagian kutub cenderung mampat. Namun demikian, secara sekilas kita tidak bisa melihat perbedaan ukuran tersebut dan bumi terlihat bulat secara efektif.

9. Satelit Buatan Dapat Bekerja


Akibat rotasi Bumi, satelit buatan bisa bekerja. Satelit buatan dibuat dengan tujuan memfasilitasi komunikasi dan akses ke informasi untuk manusia. Ada banyak satelit buatan yang dibuat oleh manusia dengan fungsi dan tujuan masing-masing.


Ketika Bumi berputar, area yang tercakup oleh satelit buatan dapat terus berganti. Hasilnya, satelit dapat mengirimkan informasi ke beberapa daerah.

10. Efek Foucault atau Perubahan Pendulum


Rotasi Bumi menyebabkan perubahan arah pendulum atau dikenal sebagai efek faucault. Pendulum adalah alat yang berguna untuk menunjukkan arah rotasi Bumi. Dari percobaan yang dilakukan oleh Leon Foucault menunjukkan bahwa bumi berputar.

Dia bereksperimen dengan mengayunkan pendulum yang kemudian bergerak dan berputar ke arah yang sama dengan searah jarum jam. Ini menunjukkan bahwa bumi di bawah pendulum berputar ke arah yang ke kiri.

11. Revolusi dan Rotasi Bulan


Pergerakan rotasi bumi berpengaruh terhadap pola pergerakan revolusi dan rotasi bulan. Interaksi gravitasi antara bumi dan bulan membuat momentum sudut bulan berubah secara perlahan.

Hasilnya dapat kita rasakan saat ini di mana waktu untuk revolusi bulan, yaitu sepanjang 27,9 hari adalah sama dengan waktu untuk rotasi bulan. Hal tersebut sedikit banyak dipengaruhi oleh rotasi bumi.

Penutup


Demikian ulasan ringkas mengenai pengertian rotasi bumi serta akibat dari rotasi beserta revolusi bumi. Semoga artikel IPA ini bermanfaat bagi sahabat pembaca.


Comment Policy: Sampaikan opini Anda melalui kolom komentar dibawah. Komentar yang tidak memenuhi pedoman atau memuat unsur negatif tertentu tidak akan ditampilkan. Terimakasih 😃
Load Comments
Hide Comments
close