Kumpulan Contoh Kalimat Majemuk Setara, Bertingkat, Campuran, dan Rapatan

Bicara soal pendidikan bahasa Indonesia, Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya kalimat majemuk. Apa itu kalimat majemuk? Apa saja jenis-jenis kalimat majemuk dan seperti apa ciri-cirinya? Berikut ini dijelaskan mengenai definisi kalimat majemuk.

Pengertian Kalimat Majemuk


Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan. Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Sementara dalam wujud tulisan berhuruf latin, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.) untuk menyatakan kalimat berita atau yang bersifat informatif, tanda tanya (?) untuk menyatakan pertanyaan dan tanda seru (!) untuk menyatakan kalimat perintah.

Paling tidak kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis, harus memiliki sebuah subjek (S) dan sebuah predikat (P). Jika tidak memiliki kedua unsur tersebut, pernyataan itu bukan kalimat, melainkan hanya sebuah frasa. Kalimat dibagi menjadi dua, yaitu kalimat tunggal dan kalimat majemuk.

Sebagaimana sudah dijelaskan, bahwa kalimat majemuk terdiri dari dua klausa atau lebih. Oleh sebab itu, kita dapat membedakan apakah suatu kalimat itu termasuk jenis kalimat majemuk atau tidak dengan cara memperhatikan beberapa ciri, di antaranya adalah:

  • Kalimat memiliki subjek atau predikat lebih dari satu. 
  • Terdapat kata konjugasi (kata penghubung) seperti "dan", "dengan", "seperti", "jika", dan sebagainya.

Nah, berdasarkan ciri-ciri diatas, maka kita dapat menemukan beberapa jenis kalimat majemuk, khususnya ketika ditinjau dari tingkat klausanya. Jenis kalimat majemuk tersebut di antaranya adalah kalimat majemuk setara, bertingkat, campuran, dan kalimat majemuk rapatan. Berikut ini dijelaskan pengertian kalimat-kalimat majemuk tersebut dengan disertai contohnya.

Pengertian Kalimat Majemuk Setara


Definisi kalimat majemuk setara adalah sebuah kalimat yang tersusun dari dua atau lebih klausa dengan tingkat yang setara. Artinya, antara satu klausa dengan klausa lainnya dalam kalimat tersebut mempunyai hubungan koordinatif atau keduanya dapat menjadi kalimat tersendiri jika dipisahkan.

Ciri-ciri kalimat majemuk setara adalah terdapat kata penghubung koordinatif seperti “lalu”, “dan”, “bahkan”, “kemudian”, “ketika”, “setelah”, “sebelum”, “sedangkan”, dsb.

Contoh Kalimat Majemuk Setara


Berikut ini beberapa contoh kalimat majemuk setara yang menggunakan kata penghubung tersebut:

  1. Indah membersihkan ruang tamu dan Ardi menyapu halaman luar rumah. 
  2. Ika diberi jam tangan dan Kiki diberi sepatu baru. 
  3. Risma membuat kerajinan tangan dari kardus bekas namun Hendra malah menyuruhnya membuat dari kaleng bekas. 
  4. Tiwi mencuci baju tapi ia lupa mencuci jaketnya. 
  5. Irman membuat teman sekelasnya tertawa karena ia ketiduran di dalam kelas. 
  6. Imron membersihkan tempat tidurnya akibat seekor tikus buang air di dalam almari. 
  7. Ibu membawa seekor kelinci tapi Doni meminta seekor kucing.

Pengertian Kalimat Majemuk Bertingkat


Definisi kalimat majemuk bertingkat adalah sebuah kalimat yang tersusun dari dua atau lebih klausa dengan tingkat yang berbeda. Artinya, satu klausa kalimat bertindak sebagai induk kalimat, sementara klausa lainnya bertindak sebagai anak kalimat. Anak kalimat pada kalimat majemuk setingkat merupakan sebuah perluasan dari induk kalimat sehingga ia tidak dapat berdiri sendiri sebagai satu kalimat.

Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat


Dibawah ini beberapa contoh kalimat majemuk bertingkat:

  1. Saya akan segera pulang ke rumah jika saya sudah selesai interview kerja. 
  2. Kami akan berangkat segera jika hujan sudah berhenti. 
  3. Saya pasti tak akan mendengarkan ucapanmu seandainya saya tahu bahwa kamu seorang pembohong. 
  4. Mereka tetap terlihat saling ramah, walaupun sebenarnya mereka sedang ada masalah. 
  5. Dia selalu tampil berlebihan meski keluarganya hidup dalam kekurangan. 
  6. Lukman selalu rajin belajar meskipun keluarganya tidak mendukungnya bersekolah. 
  7. Dia sedang sedih, sebab orang yang dia sayanginya tidak memiliki perasaan yang sama. 
  8. Dia sangat terburu-buru untuk membuat kopi karena ayahnya sudah menyuruhnya sejak tadi. 
  9. Toni pergi ke taman sendiri sebab kakanya sedang di luar kota.

Pengertian Kalimat Majemuk Campuran


Definisi kalimat majemuk campuran adalah suatu kalimat yang terdiri dari campuran kalimat majemuk setara atau rapatan dengan kalimat majemuk bertingkat. Setidaknya, dalam kalimat majemuk ini terdapat tiga klausa (kalimat tunggal) yang di antaranya terdapat satu atau dua klausa yang menjadi induk kalimat.

Contoh Kalimat Majemuk Campuran


Berikut ini beberapa contoh kalimat majemuk campuran:

  1. Enggar akan pergi ke pasar dengan sepeda baru yang dibelikan ayahnya dan baju baru yang dibelikan ibunya. 
  2. Kami berdua berangkat ke mall yang baru saja diresmikan bapak Bupati dan dibangun oleh seorang pengusaha lokal. 
  3. Tini tidak ingin peduli meskipun ayahnya sedang sakit parah dan ibunya sedang keluar kota. 
  4. Ayah mengajarkan rasa tanggungjawab dan ibu mengajarkan kasih sayang, agar anak-anak mereka bisa menjadi anak-anak yang berguna. 
  5. Irwan memberinya buku dan Niko memberinya pensil, supaya ia bisa belajar menulis. 
  6. Agar Indonesia bebas korupsi, Pak Jokowi terus mendukung kinerja KPK, sementara Pak Agus terus meningkatkan upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Pengertian Kalimat Majemuk Rapatan


Definisi kalimat majemuk rapatan adalah suatu kalimat yang berasal dari beberapa kalimat majemuk setara yang kemudian dirapatkan bagian-bagiannya karena masing-masing kalimat tersebut memiliki kedudukan yang sama. Unsur kalimat yang dirapatkan bisa berupa subjek, predikat, objek, maupun keterangannya.

Contoh Kalimat Majemuk Rapatan


Dibawah ini beberapa contoh kalimat majemuk bertingkat:

  1. (1) Ilham ronda malam Selasa ini. (2) Dodik ronda malam Selasa ini. (3) Narto ronda malam Selasa ini. Dirapatkan menjadi "Ilham, Dodik dan Narto ronda malam Selasa ini".
  2. (1) Andi membeli roti di pasar (2) Andi membeli ikan di pasar (3) Andi membeli manisan di pasar. Di rapatkan menjadi "Andi membeli roti, ikan, manisan di pasar".

Demikian pengertian kalimat majemuk dengan beragam jenisnya, mulai kalimat majemuk setara, kalimat majemuk bertingkat, kalimat majemuk campuran, dan kalimat majemuk rapatan yang dilengkapi dengan beberapa contohnya. Semoga dapat memberi tambahan ilmu bagi Anda.


0 comments

Post a Comment