Contoh Naskah Drama Tentang Minta Maaf

Bagi Anda yang mungkin sedang membutuhkan contoh naskah drama singkat tentang permintaan maaf, kali ini saya akan berbagi contoh dialog drama tentang tema tersebut.

Harapannya, dengan referensi ini nantinya dapat memberikan bahan pembelajaran bagi Anda dalam menulis teks drama bertema sosial yang memuat pesan sosial tentang pentingnya meminta maaf serta memaafkan.

Naskah Drama Singkat Tentang Minta Maaf


Petang itu langit terlihat mendung, pohon-pohon dan burung-burung pun sedang menyaksikan prosesi pemakaman bapak dari Karmila, Oktaviana, dan Artika.

Mereka kian berbalut kesedihan diselimuti rasa kehilangan sosok sang bapak tercinta. Namun mereka harus tetap menjalani dan meneruskan hidup meski tanpa sosok sang bapak disisinya.

Haripun berganti, dan pada keesokan paginya tiba saatnya untuk Karmila memenuhi amanah yang sudah diberikan oleh sang bapak yang sudah tiada.

Dia harus menghidupi kedua adiknya yang masih remaja yang semenjak kecil memang sudah menetap bersama neneknya.

Oktaviana: "mbak jadi pergi?"

Artika: "mbak tega ninggalin kita disini?"

Nenek: "Oktaviana, Artika, sudahlah.. Mbak kalian pergi bukan untuk meninggalkan kalian, melainkan untuk belajar. Kalian disini saja bersama nenek, temani nenek"

Karmila: "nek, berat sekali buat aku harus ninggalin mereka disini (menangis)"

Nenek: "nenek mengerti Mil, cuma semua itu harus kamu lakukan untuk masa depan mereka juga, ingat pesan bapakmu Mil, kamu diberikan tanggung jawab yang sangat besar"

Karmila: "iya nek aku selalu ingat pesan terakhir bapak, aku titip mereka yg nek. Do'akan aku agar aku bisa menjadi kebanggaan buat nenek dan mereka (cium tangan)"

Oktaviana: "kak aku mohon jangan tinggalin kita, kita butuh mbak"

Artika: "iya kak kita tidak mau mbak pergi, tolong batalin kepergian mbak, mbak kan bisa kuliah disini tidak harus ke bandung"

Karmila: "sayang, dengerin mbak, mbak tidak akan pernah ninggalin kalian, mbak pergi cuma sebentar, dan itupun bukan untuk meninggalkan kalian, kalian tidak usah khawatir yah setiap bulannya mbak akan pulang buat jengukin kalian"

Artika: "tapi kak kita tidak mau mbak pergi baru saja kemarin bapak pergi, mbak juga sekarang mau pergi?"

Oktaviana: "kak, kita mohon..."

Nenek: "Oktaviana, Artika.. Biarkan mbakmu pergi, kalian harus mengerti"

Karmila: "Oktaviana, Artika.. Mbak pamit yah, kalian jaga diri baik2, mbak titip nenek, dan buat kamu vi, jaga adikmu"

sesampainya di bandung Karmila kuliah dengan kerja sambilan mengerjakan tugas yang diberikan teman-temannya. Karmila ngekost dengan teman sekampusnya yaitu Rahma dan Rahmad, Rahma adalah teman kampus yang kebetulan sekamar dengan Karmila.

Sementara Rahmad adalah teman kostnya yang letak kamarnya berada diseberang jalan dari kamar kostan putri.

Karmila: "heeh, udah balik lo? Tumben sekali"

Rahma: "udah dari tadi, habis belanja lo?"

Karmila: "iya nih, buat keluarga gue, kemungkinan habis UAS nanti gue mau balik"

tok, tok, tok terdengar suara orang mengetuk pintu kamarmya dan rahmapun bergegas untuk membukan pintu.

Rahma: "eh elo mar, mau ngambil pesanan bukan?"

Maria: "iya nih, Karmila ada kan? Tugas gue udah selesai kan?"

Rahma: "ada kok, udah kali. Ayo masuk!"

Maria: "eh Mil, gimana tugas gue udah selesai kan?"

Karmila: "udah nih (memberikan lembaran kertas) sorry yah telat kemarin gue lagi banyak kerjaan soalnya"

Maria: "iya tidak kenapa2, thanks ya.. Nih (memberikan uang) yaudah gue langsung cabut yah."

Tok tok tok... terdengar lagi suara ketukan pintu, dan kali ini Karmila sendiri yg membukakan pintu tersebut. Tapi seketika Karmila terdiam bisu kaget dan shock, dan... Dia langsung menutup pintunya kembali.

Maria: "loh, kok pintunya malah lo tutup lagi sih? Gua kan mau balik"
(Karmila tetap terdiam dan menarik nafas dalam2)

Maria: "eh lo kenapa? Kenapa muka lo pucat mendadak kayak yang habis ngeliat setan? (Karmila terus terdiam) yaelah ditanya malah diem aja, awas ah gue mau balik"

Karmila: "eh mar kalau ada yg nyariin gue bilang gue tidak ada yah (lari)"

Kemudian rahma dan maria keluar membukakan phntu, dan disana tampak seorang ibu2 yang sedang berdiri.

Maria: “ibu mencari siapa?"

Ibu: “Mil ada? Saya ibunya. Boleh saya bertemu dengan dia?"

Maria: “tapi.. Maaf bu saya buru2, rahma gua balik yah, tuh ada yang nyariin Mil"

Kemudian Karmila membukakan pintu.

Karmila: “LEBIH BAIK ANDA PERGI!"

Ibu: “Mil gimana kabar kamu sayang, kamu baik2 sajakan?"

Rahma: “ibu, silahkan masuk"

Karmila: “arrggh tidak perlu masuk. Buap apasih? Lebih baik anda angkat kaki dari sini"

Rahma: “Mil, lo kok gitu sih sama nyokap lo sendiri? Mari bu silahkan masuk (menarik tangan ibu)"

Karmila: “gue bilang tidak ya tidak, orang kayak dia tuh tidak pantes masuk kamar gue (mendorong ibunya hingga terjatuh)"

Rahma: “Karmila! Lo tuh apa2an sih? Dia itu ibu kandung lo sendiri, gak sepantasnya lo memperlakukan dia sekasar itu (membangunkan ibunya)"

Ibu: “sudah nak tidak apa2, benar kata Karmila ibu tidak pantas untuk masuk (sambil bangun), Mil ibu kesini cuma untuk minta maaf sama kamu, jadi ibu mohon biarkan ibu ngejelasin semuanya"

Karmila: “alaaahh omong kosong. Dan elo, ngapain lo ngebelain dia, lo itu tidak tau apa2. Gubraak (menutup pintu)"

Ibu: “Mil sampai kapan kamu hukum ibu kaya gini? Ibu mohon, maafin ibu Mil!"

Tiba-tiba Rahmad datang untuk mengambil pesanannya.namun yg dia temui bukanlah Milala melainkan ibunya dan Rahma.

Rahmad: “dia siapa ma? Karmila mana?"

Rahma: “dia ibunya Mil mad, cuma Mil tidak mau nemuin ibunya"

Rahmad: “loh kok gitu? (tiba ibunya pingsan dan Rahmad serta rahma langsung membawanya ke kostan Rahmad)"

Setibanya dikostan Rahmad, mereka berusaha menyadarkan ibunya Mil sehingga pada akhirnya pun dia sadar.

Rahmad: “ibu sudah sadar? Minum dulu bu (memberikan minum)"
Ibu: “(meminum) terimakasih nak, saya ada dimana?"

Rahmad: “ibu ada dikostan saya, saya Rahmad temannya Karmila dan rahma"

Ibu: “(termenung) semua memang salah saya nak. Dulu disaat Karmila smp dan adik2nya masih sangat kecil, keluarga kami mengalami kesulitan ekonomi, sementara bapak Mil sendiri adalah seorang pengangguran. Saat itu saya frustasi sehingga pada akhirnya saya dinArtikahi oleh toni sahabat bapak Mil.

Karena tadinya saya fikir hidup bersama toni akan lebih baik, tapi ternyata toni banyak terlilit hutang, saya baru mengetahuinya setelah sekian lama kami bersama, setelah itu saya lamgsung meninggalkan toni dan segera mencari keberadaan anak2 saya, tapi ternyata toni nekat, sehingga akhirnya dia tega membunuh bapak Mil"

Rahmad: “jadi bapak Mil dibunuh suami ibu?"

Ibu: “iya nak, saya benar2 menyesal. Kemarin saya sudah ke jakarta menemui ibu mertua dan adik2nya Mil. Saya sudah minta maaf dan menceritakan semuanya."

Rahma: “Terus Mil tau kalau suami ibu yang membunuh bapaknya Mil? dan sekarang suami ibu ada dimana?"

Ibu: “Mil mengetahui semuanya, itu sebabnya kenapa Mil begitu membenci saya. suami saya mendekap dipenjara"

Rahma: “terus rencana ibu sekarang apa?"

Ibu: “saya cuma ingin memeinta maaf sama Mil, saya benar-benar ingin seperti dulu lagi. saya

Menyesal, saya merindukan anak2 saya"

Rahmad: “ibu yang sabar yah, kita ngerti kok, insyaAllah kita akan membantu ibu, iya kan ma?"

Rahma: “iya bu tidak usah khawatir, ibu tinggal dimana memangnya?"

Rbu: “saya tidak punya tempat tinggal nak"

Rahmad: “yasudah untuk sementara waktu ibu tinggal disini saja dulu, besok saya akan carArtikan kostan untuk ibu"

Ibu: “terimakasih banyak nak"

Ibupun tinggal bersama Rahmad cuma semalaman, keesokan harinya ibu tinggal dikostan barunya. sementara dArtikampus semua teman-teman Karmila sedang sibuk mencari Karmila.
satria: “lin lo ngeliat satria tidak?"

Linda: “tidak, bukannya biasanya dia sama lo yah?"

Satria: “iya tapi hari ini tidak, dari tadi pagi gue tidak ketemu dia, pas gue jemput kerumahnya juga dia udah berangkat duluan"

Linda: “dArtikantin atau diperpus tidak ada? biasanya dia suka disitu"

Satria: “tadi gue udah kesana, tapi tidak ketemu juga"

Linda: “yaudah kalau gitu kita cari aja, gimana?"

Satria: “oke"

Mereka berjalan menyusuri area kampus, tetapi Karmila tidak kelihatan juga.

Yoga: "lin lagi ngapain? dari tadi gue perhatiin kayak lagi bingung gitu?"

Linda: “kita lagi nyari Karmila, lo ngeliat tidak?"

Yani: “Karmila? ngapain lo nyariin dia? penting bgnget gitu sampe dicariin segala?"

Satria: “diem lo nyamber2 aja kayak petir"

Yani: “yaelah sinis sekali sih lo daripada lo sibuk nyariin cewek yang tidak penting, lebih baik kita cari makan, gue laper nih"

Satria: “lo aja sono, gue tidak laper"

Linda: “ih caper sekali sih lo? dasar murahan!"

yani: “(manampar) jaga bacot lo yah"

Linda: “eh biasa aja dong lo (menampar balik)"

Yoga: “udah apa-apaan sih kayak anak kecil aja"

Yani: “dia tuh punya mulut tidak bisa dijaga"

Yoga: “diem lo! tadi kalian lagi nyari Karmila bukan?"

Satria: “iya, lo ngeliat dia?"

Yoga: “tadi sih gue liat dia di taman belakang kampus lagi duduk"

Satria: “serius lo?"

Yoga: “iya tapi itu tadi, kalau sekarang tidak tau deh masih ada apa tidak, coba aja kesana siapa tau masih ada"

Linda: “berarti kita harus cepet-cepet kesana sat"

Satria: “iya ayo (menarik tangan linda)"

Yani: “ih sok penting sekali sih kalian! (teriak)"

Yoga: “berisik lo! pergi sana jauh-jauh dari gue"

Yani: “ih suka-suka gue, mulut-mulut gue, masalah buat lo?"

Yoga: “gak jelas lo (bergegas pergi)"

Yani: “dasar gendut lo (teriak)"

Kemudian satria dan linda tiba ditaman belakang kampus, dan ternyata benar Karmila memang ada disana, dia sedang duduk sendiri, bingung, dan sedih termenung.

Linda: “eh kemana aja sih? gue nyariin lo tau"

Satria: “iya dari tadi pagi tidak kelihatan, taunya ada disini, kenapa sih lo? muka lo kusut sekali?"
(sementara Karmila tidak menjawab, dia tetap mebisu)

Satria: “yaelah gue nanya dArtikacangin, lo kenapa sih? lagi ada masalah? ceriata napa!"

Linda: “iya Mil, lo kenapa sih? ngomong napa jangan diem terus, jangan buat kita malah semakin bingung"
(tapi Mil tetap membungkam, dia malah bergegas pergi, namun seketika satria langsung menahan tangannya)

Karmila: “(nengok) kasih gue waktu sendiri (melepaskan dan langsung pergi)"

Linda: “tapi lo mau kemana?"

Karmila: “balik (teriak&lari)"
(sementara satria berusaha mengejar, tetapi linda menahannya)

Linda: “sudahlah biarkan dia sendiri, dia butuh waktu, mungikn belum saatnya kita tau apa yang sebenarnya terjadi" (satria mengangguk)

Sesampainya dikostan dia terhentak kaget melihat tiga orang sudah berdiri didepan pintu kamarnya, yang tak lain mereka adalah ibunya, rahma dan Rahmad. Tetapi Karmila tidak menghiraukan keberadaan mereka, Karmila langsung menyelonong masuk.

Rahmad: “tunggu Mil (menahan tangan Karmila)"

Rahma: “izinin nyokap lo ngomong Mil, buka hati lo!"

Ibu: “Mil, ibu cuma mau minta maaf, itu aja tidak lebih, izinin ibu ngejelasin semuanya, kasih ibu kesempatan buat menebus dosa-dosa ibu (memegang bahu Karmila)"

Karmila: “jangan sentuh gue! (mendorong ibu hingga terjatuh)"

Rahmad: “Mil lo tuh apa-apan sih? dia itu ibu lo, sadar dong! buka hati lo, kasih dia kesempatan, maafin dia!"

Rahma: “Mil tidak sepantasnya lo bersArtikap kayak gitu sama ibu lo, walaubagaimanapun dia itu ibu kandung lo" Karmila: “kenapa sih kalian tuh selalu nyalahin gue? kalian tuh gampang ngomong kayak gini, karena kalian tidak ngerasain apa yg gue rasain, kalian tuh tidak ngerti apa2"

Rahma: “kita emang tidak ngerasain apa yg lo rasain, tapi kita tau dan ngerti perasaan lo dan ibu lo, gue tau kok lo itu kangen sekali sama ibu lo, tapi setelah ibu lo ada dihadapan lo, malah lo sia2in?"

Rahmad: “coba napa Mil, buka sedikit aja hati lo buat mafin ibu lo, kali ini dia udah benar-benar menyesal, dia udah menyadari kesalahannya, sampai-sampai dia mau sujud di kaki lo. man hati nurani lo? lo mau jadi anak durhaka?"

Ibu: “Mil sekalipun ibu harus sujud dArtikaki kamu, ibu akan lakukan yang penting kamu mau maafin ibu. sekalipun ibu harus mati ibu rela Mil, tapi ibu cuma ingin kata maaf dari kamu sebelum ibu meninggal nanti"

Karmila: “alah omong kosong! sekalipun lo sujud dArtikaki gue, gue tidak akan pernah maafin lo, maaf? apa lo fikir dengan kata maaf bisa merubah semuanya? bisa buat bapak bangun lagi hah?"

Rahma: “Karmila, lo bener-bener keterlaluan, Allah aja yang maha segalanya mau maafin hambanya yg bertobat, naahh elo? yg cuma manusia biasa aja tidak bisa maafin ibu kandung lo sendiri, durhaka lo Mil"

Karmila: “CUKUP, kalian tuh tidak tau apa2, terus Aja semuanya salahin gue, SEMUA SALAH GUE!"

Rahmad: “sudahlah bu, kita pergi saja, tidak ada gunanya kita ngomong sama batu"

Karmila: “pergi semuanya, PERGIII"

Setelah itu Karmila selalu dihantui rasa bersalah, hari demi hari malam demi malam, dia lalui dengan gelisah dan ketakutan, setiap malam dia selalu bermimpi buruk, sampai suatu ketika dia bermimpi bahwa ibunya sudah tiada, sekeika Karmila terbangun dan langsung membuka pintu kamarnya berlari menuju kostan ibunya, namun sangat disayangkan yang dia temui hanyalah ruangan kosong, setelah Karmila kesana kemari mencari ibunya akhirnya Karmila mendapatkan informasi bahwa ibunya sedang terbaring dirumah sakit, Karmila langsung bergegas pergi ke rumah sakit, setibanya di rumah sakit Karmila tersentak kaget melihat keadaan ibunya.

Karmila: “ma, ibu bangun ma, aku minta maaf, maafin aku ma, aku mohon ibu bangun, aku udah maafin ibu, ibu denger suara akau kan ma? aku ada disamping ibu , aku ada buat ibu"
(kemudian ibu Karmila tebangun, dengan mengucapkan kalimat terakhirny)

Ibu: “Mil, maafin ibu.ibu sayang kamu"

Karmila: “tidak mah, aku yang minta maaf, ma bangun ma, IBUAAA :'("

Setelah ibunya meghembuskan nafas terakhirnya, nenek, Oktaviana dan Artika tiba diruangan ibunya. Oktaviana beGitu sangat marah kepada Karmila.

Oktaviana: “kak, ibu kenapa? ibu baik2 aja kan?"

Artika: “kak, ibu tidak kenapa2 kan?"

Oktaviana: “kaka ibu kenapa? jawab dong jangan diem aja, JAWAB KAK"

Nenek: “Oktaviana, Artika sabar jangan emosi dulu"

Artika: “tapi ibu nek, ibu tidak bangun-bangun dari tadi"

Karmila: “maafin mbak de, ibu .. ibu udah pergi buat selamanya"

Oktaviana: “mbak bercanda kan? mbak lagi tidak serius kan? ibu tidak mungkin meninggal kak"

Artika: “innalillahiwainnailaihiroji'un (mengusap wajah ibunya)"

Oktaviana: “semua tuh gara-gara mbak, ibu pergi gara-gara mbak, sekarang mbak puas ngeliat ibu meninggal? PUAS ?"

Nenek: “Oktaviana sudahlah iniSemua sudaH kehendak Allah, lebih baik kita urus jenazah ibu"

Artika: “iya kak dari pada kita saling menyalahkan, bener kata nenek"

Ibupun langsung dimakamkan disamping kuburan bapak Karmila, saat itu Karmila begitu terpukul menerima semua kenyataan itu, namun Karmila beruntung karena setidaknya dia sudah memberi maaf untuk ibu sebelum ibu benar-benar pergi untuk selamanya.

Di pemakaman, ketika semuanya sudah pulang, satria menghampiri Karmila.

Satria: “(memegang bahu) sudahlah Mil, ikhlaskan ibu kamu, biarkan dia bahagia disana, kamu tidak usah khawatir aku akan selalu ada buat kamu, kita pulang yuk (membangunkan Karmila, kemudian menghapus air matanya, memeluknya, dan mencium keningnya)"

Setelah itu mereka pun meninggalkan makam bapak dan ibunya.

contoh naskah drama tentang minta maaf

Demikian contoh naskah drama singkat yang dapat saya share dengan sobat pecinta drama pada kesempatan ini, semoga naskah drama tentang mintaa maaf diatas bermanfaat bagi Anda.


0 comments

Post a Comment