Pengertian Jaringan Epidermis, Ciri, dan Fungsinya

Dalam ilmu biologi ada yang namanya jaringan epidermis. Lalu, apa yang dimaksud jaringan epidermis itu? Artikel ini akan mengulas tentang pengertian jaringan epidermis, ciri-ciri jaringan epidermis, serta fungsi jaringan epidermis.

Pengertian Jaringan Epidermis


Jaringan epidermis adalah jaringan dewasa yang terdapat pada kulit terluar tumbuhan. Jaringan ini berkembang dari meristem tumbuhan. Epidermis tersusun oleh sel-sel meristem yang berkembang menjadi sel dewasa. Epidermis merupakan jaringan vital yang sangat penting bagi tumbuhan karena perannya yang besar untuk melindungi sel-sel tumbuhan yang ada didalamnya.

Jaringan epidermis dapat ditemukan di seluruh permukaan tumbuhan, baik itu di batang, ranting, akar, daun, bunga, maupun buah. Letaknya berada di bagian paling luar tumbuhan. Untuk itu epidermis sering kali disebut sebagai kulit tumbuhan.

Simak juga: Pengertian Sel dan Strukturnya

Jaringan epidermis ini hanya di jumpai pada tumbuhan, sedangkan hewan tidak ada karena hewan memiliki jaringan eitel. Sebagai contoh jaringan epidermis adalah kulit bawang, Anda mungkin pernah mengupas kulit bawang, dimana kulit bawang merupakan salah satu contoh dari jaringan epidermis.

Fungsi Jaringan Epidermis


Jaringan epidermis ini memiliki beberapa fungsi, yaitu:

1. Melindungi semua organ tumbuhan

Mulai dari daun, batang, akar, atau buah dari segala kondisi dan pengaruh dari lingkungan luar. Sel-sel yang tersusun dengan deretan yang rapi pada jaringan epidermis memungkinkan organ bagian dalam tubuh tumbuhan yang terlindungi dari perubahan suhu udara, kelembaban, infeksi patogen secara langsung, dan lain sebagainya. Oleh karena itu jaringan epidermis ini pada umumnya memiliki ciri tekstur yang lebih keras dibandingkan jaringan lainnya, dilengkapi sel kipas, bulu akar, dan duri atau sepina.

2. Untuk membatasi penguapan pada tumbuhan

Memiliki fungsi sebagai pengatur proses transpirasi atau penguapan air dari tumbuhan. Fungsi ini hanya dapat dilakukan oleh stomata yang menjadi salah satu bagian dari jaringan epidermis selain trikomata. Saat suhu udara tinggi, stomata pada jaringan epidermis ini akan menutup dengan rapat agar laju transpirasi tanaman dapat dibatasi, sedangkan saat suhu udara sekitar rendah, stomata akan membukan dengan sangat lebar agar sebagian air dapat terbuang ke udara dan tidak dapat membeku di dalam jaringan tumbuhan. Kadang-kadang stomata juga menjadi jalan sekresi air dari dalam tumbuhan melalui proses gutasi.

3. Penyimpanan cadangan air

Sel-sel jaringan epidermis juga memiliki protoplasma yang pipih dan besar. Hal ini bisa dijadikan sebagai salah satu tempat penyimpanan cadangan air bagi tumbuhan. Saat musim kemarau tiba dan kadar air di tanah sudah tidak mencukupi, air-air yang tersimpan di dalam protoplasma jaringan epidermis akan diambil dan diangkut ke daun untuk diproses melalui fotosintesis.

4. Penyerapan zat air dan unsur hara

Jaringan epidermis yang terletak di bagian akar juga berfungsi sebagai penyerapan air dan unsur hara dari dalam tanah. Fungsi jaringan epidermis dibagian akar ini dapat dilakukan terutama oleh trikomata yang termodifikasi menjadi blu akar.

5. Difusi Oksigen dan karbondioksida

Fungsi lain dari jaringan epidermis yaitu sebagai tempat proses difusi oksigen dan karbondioksida saat tumbuhan melakukan respirasi dan sekresi hasil fotosintesis tumbuhan. Fungsi ini pada umumnya hanya terjadi pada daun dengan stomata sebagai organ pelaksananya. Stomata pada daun yang dapat melakukan difusi ini sering dimanfaatkan oleh petani untuk digunakan sebagai pupuk pada tanaman mereka. Unsur hara yang diberikan melalui daun akan terserap sempurna melalui difusi yang dilakukan oleh stomata.

Struktur jaringan epidermis khusus (Derifat epidermis)


Dibawah ini dijelaskan mengenai struktur jaringan epidermis khusus

jaringan epidermis
Struktur jaringan epidermis pada tumbuhan

1. Sel Silika dan Sel Gabus; Sel silica ini berisi kristal silica sedangkan sel gabus berisi endapat suberin. Keduanya selalu berpasangan yang pada umumnya dapat ditemukan di tulang daun gramine.

2. Sel Kipas atau Sel Bulliform
; Sederet sel yang lebih besar dari sel epidermis lainnya, berdinding tipis, vakuola besar, dan berisi air. Fungsi dari sel kipas ini yaitu untuk membuka dan menutup daun (daun yang menggulung).

3. Litokis
; Sel yang berisi dari epidermis normal dengan proses pertumbuhan khusus ke arah dalam. Sel ini berisi kristal kalsium karbonat yang disebut dengan sistolit.

4. Stomata
; terdapat celah dan kedua sel penutupnya. Sel penutupnya merupakan dua buah sel yang terbentuk khusus mengapit celah. Stomata dapat kamu temukan di daun, batang, rhizoma, perhiasan bunga, bakal buah dan biji. Letaknya dapat sejajar dengan permukaan epidermis (fanerofor) atau tenggelam (Cryptofor).

5. Trikoma
; Tonjolan epidermis yang terdiri dari 1 sel atau lebih yang digunakan sebagai ciri taksonomi familia. Fungsi pada tumbuhan adalah sebagai pelindung atau perisai untuk menahan gangguan yang berasal dari luar dan mengurangi penguapan.

6. Rambut Akar
; ini merupakan modifikasi dari epidermis yang berfungsi untuk penyarapan air di dalam tanah.

Ciri-ciri Jaringan Epidermis


Berikut ini ciri-ciri jaringan epidermis :

  • Jaringan epidermis memiliki susunan sel yang sangat rapat sehingga tidak terdapat ruang antar sel.
  • Pada umumnya jaringan epidermis tidak mempunyai kloroplas.
  • Mempunyai sitoplasma yang hidup dan mengandung kristal garam, kristal silikat, dan garam minyak.
  • Jaringan epidermis memiliki vakuola besar yang berisi antosianin.
  • Memiliki dinding sel yang beragam tergantung posisi dan jenis tumbuhan.
  • Ada sebagian kecil yang memiliki kloroplas, yaitu tumbuhan yang hidup di air (hidrofit).
  • Jaringan epidermis terdiri atas satu lapis sel tunggal.
  • Jaringannya tersusun atas sel-sel hidup.
  • Dinding sel jaringan epidermis bagian luar yang berbatasan dengan udara mengalami penebalan, sedangkan dinding sel jaringan epidermis bagian dalam yang berbatasan dengan jaringan lain dinding selnya tetap tipis.

Baca juga: Pengertian Gaya Gesek dan Rumus Gaya Gesek

Demikianlah ulasang mengenai pengertian jaringan epidermis, bentuk-bentuk jaringan epidermis, dan fungsi dari jaringan epidermis. Semoga artikel ini berguna untuk sahabat pembaca yang sedang belajar ilmu Biologi.
loading...
Artikeloka » Referensi artikel edukatif

Judul Artikel: Pengertian Jaringan Epidermis, Ciri, dan Fungsinya
Ditulis Oleh: Luki Hardian

Apabila Anda ingin republikasi artikel, dimohon dengan sangat kebersediaannya untuk menyertakan link yang mengarah ke laman artikel Pengertian Jaringan Epidermis, Ciri, dan Fungsinya ini.

Jika artikel yang Anda baca bermanfaat, silakan like/bagikan dengan teman Anda di sosial media dengan menggunakan tombol share dibawah.

0 Response to "Pengertian Jaringan Epidermis, Ciri, dan Fungsinya"

Posting Komentar

close