Sistem Pencernaan Kambing

Kambing adalah salah satu jenis hewan ternak yang banyak dipelihara oleh masyarakat, khususnya masyarakat kalangan petani atau mereka yang hidup di daerah pedesaan. Namun, ternak kambing sekarang ini juga bisa dijadikan sebagai model bisnis baru sehingga patokannya tidak hanya kalangan petani dan mereka yang hidup di pedesaan saja yang memelihara kambing.

Menyinggung tentang hewan yang cukup menghiasi sebagian besar wilayah Nusantara ini, tidak lengkap rasanya kalau Anda belum memahami sistem pencernaan kambing. Sistem pencernaan adalah salah satu proses dimana pemecahan nutrien dalam bentuk molekul besar menjadi molekul sederhana sehingga dapat diserap dengan mudah dan digunakan oleh organisme untuk kelangsungan hidupnya.

Adapun sistem pencernaan pada kambing atau domba pada umumnya sama dengan ternak ruminansia lainnya seperti sapi dan kerbau. Sistem pencernaan domba meliputi mulut, esophagus; kerongkongan, lambung; rumen, retikulum, omasum, dan abomasum, usus halus; small intestine, usus buntu; cecum, usus besar; large intestine.

Urutan Sistem Pencernaan Kambing


Berikut ini adalah bagian serta urutan sistem pencernaan kambing:

1. Mulut
Mulut adalah tempat pertama kali masuknya pakan kedalam tubuh ternak, yang tempat terjadinya penggilingan makanan secara mekanis. Didalam mulut terdapat Saliva, Saliva ini ada dua jenis, yakni:

  1. Komponen organik yang meliputi protein yang berupa enzim, amilase, maltase, serum albumin, kretinin, mucin, asam amino, asam laktat, lisosom dan beberapa hormon.
  2. Komponen anorganik yang meliputisodium, potassium, khlorida dan bikarbonat.


Fungsi utama saliva adalah membantu dalam penelan, melunakan makanan, dan mempercepat dalam penggilingan makanan di mulut.

2. Lambung
Ada empat lambung pada ternak ruminansia kambing, yaitu:


  1. Rumen: memiliki permukaan absorbs, dilapisi oleh papila, terdiri dari empat kantong dan zona. Fungsi utama rumen adalah tempat fermentasi mikroba rumen, absorbsi (VFA dan ammonia), tempat penyimpanan bahan makanan dan tempat mixing.
  2. Retikulum: terdapat di perbatasan dengan rumen, akan tetapi diantara kedua tidak terdapat dinding melainkan hanya lipatan sehingga partikel pakan menjadi tercampur. Fungsi utama retikulum adalah tempat fermentasi makanan, membantu proses ruminasi, mengatasur arus ingesta ke omasum, absorbsi hasil fermentasi dan tempat kumpulnya benda asing.
  3. Omasum: disebut juga dengan perut buku-buku, karena permukaanya menyerupai buku. Letak disebelah kanan, berbentuk elips dan permukaan dalam berbentuk laminae. Fungsi utama omasum adalah tempat grinder, filtering, fermentasi dan tempat absorbsi.
  4. Abomasum: disebut juga dengan perut sejati, terletak di bawa dan apabila abomasum terdapat disebalah kiri maka abomasum menjadi sangat asam. Permukaan abomasum dilapisi oleh mukosa. Fungsi utama abomasum adalah tempat awalnya enzimatis dan mengatur arus dihesti dari abomasum ke duedenum.


3. Usus Halus (Small Intestine)
Ada tiga bagian yang ada di dalam usus halus, yaitu Duodenum (usus dua belas jari), jejenum (usus kosong), dan ileum (usus penyerapan).


  1. Duedenum: organ terpenting dan bagian terpendek dari usus kecil, secara fungsional sangat penting sebagian besar dari pencernaan kimia. Panjang sangat bervariasi berkisar 8-15 cm, terletak di bagian ujung anterior yang terhubung dengan perut, sedangkan ujung posterior menyentuh bagian jejenum.
  2. Jejenum: terletak diantara duedenum dan ileum, memiliki panjang berkisar rata-rata 5-8 kaki atau setengah meter. pH dalam usus ini bervariasi antara netral dan sedikit basah.
  3. Ileum : usus penyerapan ini terdapat banyak vili (lipatan atau lekukan ), berfungsi untuk penyerapan usus halus sehingga penyerapan zat makanan akan lebih maksimal.
  4. Fungsi utama dari usus adalah untuk menetralkan suatu kandungan asam dan basa, tempat pencernaan enzimatis dan absorbsi serta penyerapan zat.


4. Usus Buntu (Cecum)
Usus buntu atau sekum adalah suatu kantung yang terhubung pada usus penyerapan serta bagian kolon yang menanjak dari usus besar. Fungsi utama usus buntu adalah tempat penyerapan air dan garam yang masih tersisa serelah proses pencernaan dari usus selesai.

Sistem Pencernaan Pada Kambing
Sistem Pencernaan Pada Kambing

5. Usus Besar (Large Intestine/Colon)
Fungsi utama dari usus besar adalah penyerapan air, penyerapan vitamin, mengurangi kadar asam dan mencegah infeksi, dan dapat juga menghasilkan antibodi.

6. Rektum
Rektum adalah bagian dari usus besar. Rektum berguna untuk tempat menyimpannya feses yang akan di keluarkan melalui anus. Feses yang dikeluarkan oleh rektum mengandung cairan yang berasal dari pencernaan, mengandung bakteri dan juga serat.

Simak juga: Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

Demikianlah ulasan mengenai sistem pencernaan pada kambing, semoga artikel ini dapat menjawab pertanyaan sahabat pembaca yang mungkin saja selama ini masih belum memahami bagaimana sistem pencernaan kambing.
loading...
Artikeloka » Referensi artikel edukatif

Judul Artikel: Sistem Pencernaan Kambing
Ditulis Oleh: Luki Hardian

Apabila Anda ingin republikasi artikel, dimohon dengan sangat kebersediaannya untuk menyertakan link yang mengarah ke laman artikel Sistem Pencernaan Kambing ini.

Jika artikel yang Anda baca bermanfaat, silakan like/bagikan dengan teman Anda di sosial media dengan menggunakan tombol share dibawah.

0 Response to "Sistem Pencernaan Kambing"

Posting Komentar

close