Skip to main content

Pengertian Moral dan Contohnya

Pengertian moral secara garis besar adalah suatu hukum tingkah laku yang di terapkan kepada setiap individu untuk dapat bersosialiasi dengan benar agar terjalin rasa hormat dan menghormati. Kata moral selalu mengacu pada baik dan buruknya perbuatan manusia.

Moral dapat diartikan sebagai tindakan seseorang untuk menilai benar dalam cara hidup seseorang mengenai apa yang baik dan apa yang buruk. Yaitu pengetahuan dan wawasan yang menyangkut budi pekerti manusia yang beradab.

Pengertian Moral Menurut Para Ahli


1. W.J.S Purwadarminto (1957:957)


Moral adalah ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya. Moral mengatur segala perbuatan yang dinilai baik dan perlu dilakukan, dan suatu perbuatan yang dinilai tidak baik dan perlu dihindari.

Moral berkaitan langsung dengan kemampuan untuk menentukan benar dan yang salah. Dengan demikian, moral merupakan kendali dalam bertingkah laku.

2. Hurlock (1993 : 74)


Yang dimaksud dengan moral adalah tata cara, kebiasaan, dan adat dimana dalam perilaku dikendalikan oleh konsep-konsep moral yang memuat peraturan yang telah menjadi kebiasaan bagi anggota suatu budaya dan yang menentukan dalam perilaku yang diharapkan oleh seluruh anggota kelompok.

3. Driyarkara (1966:25)


Moral sama artinya dengan kesusilaan merupakan kesempunaan sebagai manusia atau kesusilaan adalah tuntutan kodrat manusia. Perilaku seseorang yang tidak sesuai dengan kaidah-kaidah yang ada dapat dikatakan seseorang tersebut bersifat amoral.

Dengan demikian, moral diartikan sebagai kesusilaan yang merupakan keseluruhan norma yang mengatur tingkah laku manusia dalam kehidupan bermasyarakat untuk melaksanakan perbuatan yang baik dan benar dengan kaidah-kaidah moral yang ada.

Pengertian Moral Menurut KBBI


Pengertian moral menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) bisa diartikan sebagai berikut,

  • (Moral=ajaran tentang) baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya; akhlak; budi pekerti; susila:
  • Moral=kondisi mental yang membuat orang tetap berani, bersemangat, bergairah, berdisiplin, dan sebagainya; isi hati atau keadaan perasaan sebagaimana terungkap dalam perbuatan:
  • Ajaran kesusilaan yang dapat ditarik dari suatu cerita.

Tahapan Perkembangan Moral


Dalam sejumlah literatur, dijumpai macam-macam tahapan perkembangan moral. Dengan diketahuinya tentang perkembangan moral anak, diharapkan pendidik atau guru dapat memilih atau menerapkan metode sehingga anak didik memungkinkan untuk memahami dan menghayati nilai-nilai dan norma-norma yang terdapat dalam Pancasila. Berikut ini, tahapan perkembangan moral menurut para ahli (Daroeso 1989:30-36):

a. Tahapan Perkembangan Moral Piaget


Menurut Piaget perkembangan moral terjadi dalam dua tahapan, yaitu “tahap realisme moral” dan “tahap moralitas atau hubungan timbal balik” (Daeroso 1989:30-32).

1) Tahap pertama “tahap realisme moral” , perilaku anak cenderung menganggap kewajiban dan nilai yang melekat padanya sebagai bagian, yang berdiri sendiri dan bebas dari pengaruh akal manusia, sebagai sesuatu yang mempengaruhi sendiri tanpa memandang keadaan, dimana individu menemukan dirinya. Mereka mengganggap orang tua dan orang dewasa yang berwenang sebagai maha kuasa dan mengikuti peraturan yang diberikan tanpa mempertanyakan kebenarannya. Dalam tahap ini, pada pertimbangan anak mengenai benar dan salah berdasarkan konsekuensinya serta bagi anak kecil semua peraturan ini sama.

2) Tahap kedua “tahap moralitas atau hubungan timbal balik”, anak menilai perilaku atas dasar tujuan yang mendasarinya. Tahap ini dimulai pada anak usia dua tahun sampai dua belas tahun. Tingkah laku benar dan salah sudah mulai dimodifikasi. Artinya anak sudah mulai mempertimbangkan keadaan tertentu yang berkaitan langsung dengan pelanggaran moral.

b. Tahapan Perkembangan Moral Kohlberg


Dewey (Daeroso, 1989:32-36) membagi tiga tingkatan-tingkatan perkembangan moral yang didasarkan pada perkembangan kognitif. Tingkatan perkembangan moral menurut Dewey adalah sebagai berikut:

1) Tingkat prekonvensional
Pada tahap ini tingkah laku atau perbuatan seseorang dimotivasi oleh dorongan sosial dan biologis.

2) Tingkat konvensional
Pada tahap ini individu menerima ukuran-ukuran yang terdapatdalam kelompoknya dengan berefleksi secara kritis pada tingkat rendah.

3) Autonomi
Pada tahap ini tingkah laku atau perbuatan dibimbing oleh pikiran atau pertimbangan individu sendiri. Apakah ukuran-ukuran yang berasal dari kelompoknya itu diterima begitu saja dari kelompok lain. Hal ini tergantung pada dirinya.

Contoh Moral


Berikut ini adalah beberapa contoh nilai moral dalam berhubungan dengan masyarakat dan lingkungan sekitar:

1. Menundukkan Kepala Ketika Berjalan


Contoh lainnya mengenai nilai moral ini seperti tindakan menunduk sesaat setelah melwati orang-rang disekeliling. Berajalan yang menunduk sudah diajarkan oleh nenek moyang dan juga sebagai harapan mendapatkan rasa penghormatan kepada orang yang lebih tua.

2. Berbicara Pelan Pada Orangtua


Tindakan inilah sebagai rujuakan penjelas mengenai rasa penghormatan yang selalu di munculkan oleh masyarakat, khususnya masyarakat yang memiliki kebudayaan bangsa timur, seperti Indonesia. Kemunculan berbicara di depan sebagai ilustrasi nyata prilaku moral yang baik.

3. Tidak Membuat Keributan


Fenomena sosial dalam kehidupan masyarakat seringkali dikaitakan dengan ribut saat jam belajar. Anak yang melakukan keributan tersebut secara langsung bertindakan dengan moral yang buruk (tidak baik) sehingga tidak pantas sama sekali untuk di contoh.

4. Korupsi


Masalah sosial di Indonesia saat ini yang sedang marak terjadi adalah kasus korupsi. Tindakan seperti ini banyak merugikan masyarakat, bahkan secara nyata akan membuat masyarakat hidup dalam kemikisnan, oleh karenannya dalam upaya menciptakan kesetabilan negara korupsi haruslah diperangi oleh masyarakat, mahasiswa, ataupun oleh pelajar itu sendiri.

Kesimpulan


Pengertian Moral dan Contohnya

Dari uarian mengenai pengertian nilai moral dan contohnya di atas. Dapat disimpulkan bahwa moral adalah norma kesusialaan yang dijakarkan oleh setiap manusia untuk kembali memanusiakan manusia. Dengan langkah ini efek diintegrasi akan mudah di hindari.


Comment Policy: Sampaikan opini Anda melalui kolom komentar dibawah. Komentar yang tidak memenuhi pedoman atau memuat unsur negatif tertentu tidak akan ditampilkan. Terimakasih 😃
Load Comments
Hide Comments
close