Skip to main content

5 Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam

Guru merupakan tenaga pendidik yang diwajibkan untuk memiliki standar kompetensi agar dapat membimbing serta mencerdaskan murid sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkannya, termasuk pendidikan agama Islam.

Sesuai dengan bunyi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada pasal 10 ayat (1) dijelaskan bahwa "Kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi".

Standar kompetensi guru mencakup kompetensi inti guru yang dikembangkan menjadi kompetensi guru PAUD/TK/RA, guru kelas SD/MI, dan guru mata pelajaran pada SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK.

Ulasan Mengenai Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam


Guru agama Islam setidaknya harus memiliki 5 kompetensi agar dapat menjalankan perannya dengan sebaik-baiknya.

Dan berikut ini 5 komptensi guru agama Islam yang penting untuk dipahami bagi kalangan guru Agama Islam.

1. Kompetensi Pedagogik


Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

Jadi, dalam kaitannya dengan guru Pendidikan Agama Islam (PAI), yaitu kemampuan guru PAI dalam mengajarkan moral melalui perencanaan pembelajaran seperti pemberian teori serta evaluasi yang terselubung dalam kegiatan belajar mengajar dikelas, baik secara langsung maupun tidak langsung.

2. Kompetensi Kepribadian


Merupakan kondisi guru sebagai individu yang memiliki kepribadian yang mantap sebagai contoh seorang pendidik yang beriwaba. Adapun kompetensi kepribadian ini mencakup berbagai aspek yakni memiliki kepribadian sebagai pendidik yang layak diteladani, dan memiliki sikap serta kemampuan kepemimpinan dalam interaksi yang bersifat demokratis dalam mengayomi peserta didik.

Jadi, dalam hubungannya dengan peran guru PAI, yaitu dalam memberikan bimbingan moral, guru harus mempunyai kepribadian yang dapat dijadikan teladan oleh siswa dikelas. Dengan kata lain, baiknya kepribadian seorang guru dalam mengajar, akan berpengaruh baik pula bagi siswa yang diajarnya.

3. Kompetensi Profesional


Merupakan penguasaan materi ilmu pengetahuan dan teknologi yang luas dan mendalam mengenai bidang studi atau mata pelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik dengan menggunakan sistem intruksional dan strategi pembelajaran yang tepat. Kompetensi profesional ini mencakup:

  • Penguasaan materi pembelajaran atau bidang studi yang mencakup ilmu pengetahuan, teknologi dan seni secara teriris dan praktis.
  • Penguasaan pengetahuan cara mengajar dan kemampuan melaksanakannya secara efektif.
  • Penguasaan pengetahuan tentang cara dan proses belajar dan mampu membimbing peserta didik secara berkualitas.
  • Memiliki pengetahuan dan pemahaman professional mengenai prilaku individu dan kelompok dalam masa perkembangan dan mampu melaksanakannya dalam proses pembelajaran untuk kepentingan peserta didik, termasuk kegiatan bimbingan.
  • Menguasai pengetahuan kemasyarakatan dan pengetahuan umum yang memadai.
  • Menguasai kemampuan mengevaluasi hasil atau prestasi belajar peserta didik secara obyektif.

Sehingga dalam kaitannya dengan guru pendidikan agama islam yaitu merupakan penguasaan materi ilmu pengetahuan dan teknologi yang luas dan mendalam mengenai bidang studi atau mata pelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik dengan menggunakan sistem intruksional dan strategi pembelajaran yang tepat dalam memberikan pembinaan moral tersebut.

4. Kompetensi Sosial


Kaitannya dengan pengaruh peran guru terhadap pembinaan moral merupakan kemampuan guru sebagai bagian dari suatu kelompok sosial yang mampu berkomunikasi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orang tua atau wali peserta didik serta masyarakat sekitar dalam memberikan pendidikan moral. Adapun aspek-aspek dalam kompetensi ini meliputi:

  1. Memiliki perilaku yang terpuji dengan sikap dan kepribadian yang menyenangkan dalam pergaulan disekolah dan masyarakat.
  2. Memiliki kemampuan menghormati dan menghargai orang lain khususnya peserta didik dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.
  3. Memiliki ahlak yang mulia sesuai agama yang dianut.

Dari sejumlah kompetensi diatas, kompetensi kepribadian yang berhubungan langsung dengan pembentukan moral anak didik dan erat kaitannya dengan peran guru pendidikan agama Islam.

Guru harus menjadi teladan dan memberikan contoh yang baik dari segala sisi kepada anak didik karena apa yang kita berikan dapat ditiru anak didik.

5. Kompetensi Spiritual


Kompetensi ini merupakan salah satu kompetensi inti dari peran guru agama Islam. Sebagai peran pokok guru pendidikan agama islam. sehingga dasar atau landasan arti pengabdian disematkan disini, seperti :

  1. Menyadari bahwa mengajar adalah ibadah dan harus dilaksanakan dengan penuh semangat dan sungguh-sungguh.
  2. Meyakini bahwa mengajar adalah rahmat dan amanah.
  3. Meyakini dengan sepenuh hati bahwa mengajar adalah panggilan jiwa dan pengabdian.
  4. Menyadari sepenuh hati bahwa mengajar adalah aktualisasi diri dan kehormatan.
  5. Menyadari sepenuh hati bahwa mengajar adalah pelayanan.
  6. Memahami bahwa mengajar adalah seni dan profesi.

Penutup


5 Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam

Demikianlah ulasan mengenai kompetensi guru pendidikan agama Islam. Sebagai guru pendidikan agama Islam, maka siapapun itu, hendaknya yang bersangkutan memahami kelima hal diatas agar dapat menjalankan perannya dengan baik.


Comment Policy: Sampaikan opini Anda melalui kolom komentar dibawah. Komentar yang tidak memenuhi pedoman atau memuat unsur negatif tertentu tidak akan ditampilkan. Terimakasih 😃
Load Comments
Hide Comments
close