Tips Agar Lolos Tes Wawancara Kerja

Banyak orang mencari pekerjaan yang cocok dengan dirinya selepas lulus sekolah, kuliah atau setelah keluar dari tempat kerja sebelumnya. Namun tidak semua orang tidak mempersiapkan dengan baik untuk melalui beragam seleksi dalam pekerjaan.

Begitu pula dengan salah satu tahapan dalam penyeleksian karyawan, swasta ataupun pegawai negeri sipil. Proses wawancara termasuk salah satu tahapan seleksi yang penting. Biasanya ada perusahaan yang menempatkan proses wawancara di awal adapula yang menempatkannya di akhir tahapan seleksi pekerjaan.

Wawancara kerja atau sering disebut dengan interview kerja memang terlihat mudah, karena pada proses wawancara kerja hanya terlihat seperti interaksi tanya jawab antara calon karyawan atau pegawai dengan interviewer atau pewawancara kerja. Namun demikian perlu anda ketahui bahwa selain tes psikotes tidak jarang bagi calon karyawan tidak lulus ketika tes wawancara kerja. Hal inilah yang membuat kebanyakan orang merasa gugup ketika wawancara kerja.

Salah satu strategi untuk menghadapi wawancara kerja apapun dan dimanapun adalah dengan mempelajari contoh – contoh pertanyaan wawancara kerja. Dengan mempelajari hal tersebut anda akan mendapatkan gambaran seperti apakah pertanyaan ketika wawancara kerja dan membuat jawaban yang sesuai dengan pengalaman dan pendidikan anda.

Bagi pewawancara akan berusaha menyelipkan berupa jenis pertanyaan ini untuk mendapatkan tujuan tertentu, misalnya saja untuk mengetahui tentang bagaimana karakter pribadi anda yang sebenarnya serta apakah anda orang yang tepat untuk sebuah posisi di suatu perusahaan.

5 Tips Supaya Bisa Lolos Wawancara Kerja


Berikut merupakan kiat jitu untuk lolos wawancara kerja supaya anda dapat diterima di tempat kerja yang anda impikan.

1. Pertanyaan Mengenai Diri Anda


Pertanyaan pertama yang sering diajukan oleh pewawancara dari pihak HRD adalah, “tolong jelaskan tentang diri Anda?” Jika kamu mendapatkan pertanyaan seperti ini, maka kamu harus bisa menjawabnya dengan ringkas dan pada intinya. Jelaskan tentang apa yang bisa kamu tawarkan dari diri kamu. Pada pertanyaan yang satu ini, si pewawancara ingin mengetahui berapa lama pengalaman kamu, jenis perusahaan, dan hal yang pernah dikerjakan di perusahaan lama. Jangan lupa juga untuk bisa menghubungkan pekerjaan kamu di perusahaan lama kamu dengan passion atau kesukaan dan hobi yang sesuai dengan pekerjaan tersebut. Dari jawaban ini, HRD biasanya akan mampu mengetahui pengetahuan kamu, watak kepribadian dan kemampuan kamu.

Contoh jawaban yang baik dari pertanyaan ini adalah:
"saya pernah bekerja di bidang social media marketing selama 2 tahun. Dalam pekerjaan terakhir, saya memimpin divisi ini dengan tim sebanyak 4 orang. Saya sendiri memiliki kemampuan komunikasi pemasaran digital yang sangat baik dan kemampuan antarpersonal, dan itulah yang memungkinkan saya bekerja dibidang social media marketing ini".

2. Perlihatkan Kalau Kamu Memiliki Percaya Diri yang Tinggi


Untuk sekarang ini kemampuan seperti ini yang paling diutamakan oleh perusahaan terutama yang nantinya bidangnya akan bersinggungan dengan banyak orang, seperti marketing, teller, costumer service, public relation, karyawan STAN, Hotel, administrasi dan sebagainya. Jika satu modal ini tidak dimiliki maka besar kemungkinan bahwa anda akan sulit lolos tahapan tes masuk kerja interview ini.

Percaya diri dalam hal ini sebenarnya bukan hanya untuk tujuan agar komunikasi dengan orang lain lebih baik dan berjalan lancar tapi juga mengenai kemampuan menyelesaikan setiap tugas kerja yang dibebankan pada si karyawan, semkan PD maka akan semakin merasa bisa menuntaskan semua tugas yang diberikan, dan bahkan seseorang dengan karakter demikian jauh lebih cepat mempelajari hal-hal baru yang mana inilah yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Sebaliknya, jika seseorang kurang percaya diri maka ia akan sulit melakukan komunikasi dengan orang lain dan tentunya akan banyak pekerjaan yang terbengkalai karenanya. Belum lagi soal deadline dan target yang dibebankan, bila ia kurang memiliki ‘self confidence’ yang baik sudah pasti dia akan selalu pesimis dalam segala hal dan kemungkinan yang ia hadapi.

3. Jangan Pernah Memberi Jawaban Tidak


Sering kali saat kita mengikuti tes interview maka si penguji akan selalu bertanya soal kemampuan apa yang kita miliki, misalnya saja ditanya, “Bisa komputer?” atau “Bisa menggunakan program komputer seperti Photoshop, Powerpoint dan sebagainya?”. Nah kalau kamu mendapat pertanyaan interview seperti ini maka pastikan untuk tidak menjawab ‘tidak’, karena sekali kamu menjawab demikian maka si penguji tadi sudah bisa memberi penilaian terhadap kemampuanmu dan bahkan bisa jadi ia sudah bisa memutuskan dalam hati bahwa kamu tidak layak diterima kerja, dan juga sudah pasti selanjutnya tidak akan adalagi panggilan untuk proses melamar kerja berikutnya (seperti nego gaji per bulan dll) karena kamu sudah dianggap gugur. Saya kira ini adalah poin penting soal cara agar mudah diterima interview karena sekarang ini hampir semua dunia kerja mensyaratkan kemampuan menggunakan berbagai program dalam komputer untuk memudahkan ketika ada tugas yang berkaitan dengannya, misalnya desain grafis, edit foto atau gambar di komputer, membuat slide presentasi dan sebagainya.

Lalu bagaimana solusinya jika memang tidak tahu sama sekali, apakah harus bohong? Jadi begini, jika anda memang tidak melamar untuk tujuan menjadi designer grafis, maka ini bisa dilakukan. Caranya adalah cukup katakan ‘bisa’ dan urusan selanjutnya adalah tinggal kamu mati-matian belajar dari buku, apalagi cuma mau belajar program seperti photoshop dan power point kan hanya butuh 1 hingga 2 minggu saja untuk bisa paham penggunaannya, selanjutnya belajar sambil jalan saja saat sudah resmi jadi karyawan. Karena hal ini, umumnya setelah dinyatakan lulus kamu akan ditanya kapan bisa mulai kerja, nah disitulah kesempatan kamu untuk memberi alasan bahwa sekitar 2 minggu atau 1 bulan lagi baru bisa mulai karena alasan ada urusan yang harus dituntanskan dulu. Selain itu, syarat kemampuan menggunakan desain grafis bukan syarat mutlak dan itu pun baru digunakan kalau diperlukan. Sama halnya dengan bahasa Inggris, saat ini juga banyak perusahaan yang mensyaratkan harus bisa minimal passive, padahal saat bekerja terkadang tidak diperlukan sama sekali.

4. Pertanyaan “Kenapa kami harus mempekerjakan anda?”


Pertanyaan terakhir adalah “kenapa kami harus mempekerjakan anda?”, sebenarnya pertanyaan ini sangat menjebak. Kamu harus berhati-hati dengan pertanyaan yang ini juga. Umumnya pelamar akan menjawab dengan kelebihan dan kemampuan yang dimilikinya. Bahan terkadang tak jarang ada beberapa pelamar yang melebih-lebihkan skill dan kemampuan yang dimilikinya dihadapan pewawancara.

Kamu memang sah-sah saja menyatakan kelebihan, kemampuan dan prestasi kamu dihadapan HRD. Tapi satu hal yang perlu kamu ingat kamu tidak boleh terlalu over (berlebihan). Kenapa? Hal ini dikarenakan tim HRD yang biasanya didominasi oleh orang-orang dari jurusan psikologi sangat mengetahui karakter seseorang jika ia menyatakan sesuatu yang over. Satu hal lagi yang perlu diwaspadai dan bisa menjadi bumerang buat para pelamar adalah menyatakan kelebihannya dengan merendahkan kemampuan orang lain. Jika hal ini kamu, lakukan bersiaplah untuk dicoret dan melenggang dengan sebuah penolakan.

5. Menjawab Sesuai Pertanyaan yang Diberikan

Tips Agar Lolos Tes Wawancara Kerja

Pada masalah ini banyak sekali pelamar kerja yang tidak tahu bahwa sebenarnya orang yang menjawab bertele-tele malah akan mendapat penilaian buruk dari penguji, atau Kabag. HRD yang biasanya melakukan tugas perekrutan karyawan baru. Di antara efeknya adalah akan dinaggap tidak tegas dan ‘jago ‘ngeles’. Untuk itu, sebaiknya jawab saja seadanya kalau memang mau lolos interview dengan mudah dan bisa mendapatkan pekerjaan dengan gampang. Jika seandainya hanya jawaban ‘ya’ atau ‘tidak’ yang diminta maka jawab saja seperti itu, tidak usah malah panjang lebar yang membuat kamu sulit sendiri. Keculia jika memang diminta langsung dari HRD-nya, maka barulah kamu jawab dengan lengkap dan detail. Misalnya saja, apakah kamu pernah bekerja di tempat lain? Maka jawab saja ‘Iya’ jika memang benar demikian, dan baru ditambah penjelasan jika ada pertanyaan selanjutnya.
Artikeloka » Kumpulan artikel informatif

Judul Artikel: Tips Agar Lolos Tes Wawancara Kerja
Ditulis Oleh: Luki H.

Apabila Anda ingin republikasi artikel, dimohon dengan sangat kebersediaannya untuk menyertakan link yang mengarah ke laman artikel Tips Agar Lolos Tes Wawancara Kerja ini.

Jika artikel yang Anda baca bermanfaat, silakan like/bagikan dengan teman Anda di sosial media dengan menggunakan tombol share dibawah.

0 Response to "Tips Agar Lolos Tes Wawancara Kerja"

Posting Komentar

close