Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional

Dengan perkembangan zaman yang modern ini sudah tidak asing lagi di masyarakat ketika menyebut kata bank. Namun mungkin banyak pula yang belum mengetahui pengertian dari bank itu sendiri serta perbedaan antara bank syariah dan bank konvensional. Pada artikel ini akan membantu anda dalam membedakan antara bank syariah dan bank konvensional.

Semenjak munculnya bank konvensional, dilihat dari segi keagamaan dan manfaat bank sendiri ada banyak pihak yang mempertanyakan mengenai keabsahan bank konvensional itu sendiri. Namun seiring dengan perkembangan waktu dan zaman adanya kehadiran bank mulai diterima pada semua element masyarakat baik itu bank konvensional atau umum maupun bank yang berbasis syariah.

Pengertian Bank Syariah dan Bank Konvensional


  • Bank Syariah

Bank syariah adalah jenis perbankan dimana segala sesuatu yang menyangkut tentang bank syariah dan unit usaha syariah. Dimana mencakup kelembagaan, kegiatan usaha serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usaha. Akan tetapi sebutan bank syariah hanya digunakan di negara Indonesia saja, sedangkan untuk wilayah Internasional sering dikenal dengan bank Islam. Beberapa contoh bank syariah yang terdapat di Indonesia adalah bank Syariah BNI, Bank Mandiri Syariah. Pada bank syariah cara mendapatkan keuntungan didapatkan dari uang tabungan nasabah yang dibuat untuk usaha. Tentunya usahanya pun harus sesuai dengan ketentuan agama Islam.

Kemudian setelah usahnya mendapatkan keuntungan maka akan dibagi dengan pihak bank dan nasabah yang sering disebut dengan nisbah. Dari awal bank syariah memang sudah ada perjanjian sebelumnya mengenai presentasinya. Misalnya untuk bank mendapatkan 80 persen dan nasabah mendapatkan 20 persen. Sehingga misalnya usaha yang menggunakan modal milik nasabah akan mendapatkan keuntungan yang besar pula, nasabah juga dapat mendapatkan bagi hasil yang lebih banyak pula.

Namun tidak semua nasabah bank syariah yang mendapatkan nisbah. Hal ini tergantung pada saat akad ketika pembukuan rekening. Akad yang paling umum digunakan adalah wadiah atau titipan serta mudharabah atau bagi hasil. Sehingga untuk nasabah yang telah memiliki akad wadiah akan hanya memperoleh jaminan titipan uang yang ditabung akan aman, dapat diambil kapan saja serta menikmati fasilitas bank yang telah disediakan. Namun demikian kadang pihak bank juga memberikan bonus sesuai dengan kerelaan serta kebijakan dari masing – masing bank itu sendiri.


  • Bank Konvensional

Sedangkan bank konvensional adalah bank yang melakukan kegiatan usaha dengan cara konvensional atau umum, dimana yang dalam kegiatannya memberikan jasa dengan lalu lintas pembayaran secara umum berdasarkan prosedur serta ketentuan yang telah ditetapkan. Misalnya bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, dan masih banyak bank lainnya. Bunga pada bank konvensional tidaklah sama dengan bunga yang ada pada bank syariah. Pada bank konvensional bank sudah tetapkan oleh pihak bank, mau rugi atau untung banyak nasabah harus membayar sejumlah bunga yang telah didapatkan dari nasabah tersebut.


Perbedaan Bank Konvensional dan Bank Syariah


Tentunya antara bank konvensional berbeda dengan bank syariah, mulai dari hal akad dan aspek legalitas, struktur organisasi, usaha yang dibiayai, lembaga penyelesaian sengketa, lingkungan kerja serta corporate culture atau budayanya. Berikut ini adalah beberapa pebedaan antara bank konvensional dan bank syariah dari berbagai sisi.

Investasi

  • Pada Bank Syariah investasi hanya untuk proyek dan produk yang halal.
  • Pada Bank Konvensional investasi tidak memperdulikan atau tidak memperhatikan proyek tersebut baik halal atau haram.
Pada perbedaan bank syariah dan konvensional pada hukum yang mendasarinya juga sudah berbeda pada setiap sistem yang digunakan, misalnya saja dalam hal investasi. Sedangkan pada bank syariah seseorang akan diperkenankan meminjam dana apabila jenis usaha yang diajukannya merupakan hal yang halal dan baik misalnya pertanian, peternakan, dagang atau lain sebagainya. Sementara itu pada bank konvensional usaha boleh diajukan pinjaman dengan berasaskan hukum positif. Usaha yang tidak halal pun dapat diberikan pinjaman asalkan diakui hukum positif yang ada di Indonesia.


Return (Imbal Hasil dari Investasi)

  • Pada bank syariah keuntungan didapatkan dari penggunaan modal dengan dibagi sesuai akad yang telah disepakati di awal. Pada bank syariah akan tetap memperhatikan kemungkinan untung atau ruginya usaha yang telah dibiayainya. Imbal hasil dari investasi sesuai dengan keuntungan nasabah.
  • Pada bank konvensional dengan menerapkan sistem bunga tetap atau bunga yang mengambang pada setiap pinjaman yang telah diberikan kepada nasabah. Oleh sebab itu bank konvensional menganggap bahwa dengan usaha yang telah dijalankan oleh nasabah akan selalu untung.

Perjanjian atau Akad

  • Pada bank syariah perjanjian dibuat sesuai dengan hukum positif yang telah berlaku dan mengikuti akad sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Beberapa ketentuan akad dalam bank syariah yaitu adanya rukun seperti penjual, pembeli, barang, harga serta ijab qabul atau akad. Selain itu juga adanya syarat seperti barang dan jasa yang dijual harus halal, harga barang dan jasa harus jelas pula, tempat penyerahannya pun harus jelas, bukan hanya itu barang yang ditransaksinya harus dalam kondisi kepemilikan penjual.
  • Pada bank konvensional perjanjian hanya menggunakan hukum positif yang digunakan sebagai dasar perjanjian.

Orientasi Bisnis

  • Pada bank syariah orientasi bisnis dalam pembiayaan tidak hanya untuk mendapatkan keuntungannya saja. Namun juga kepada falah oriented yaitu orientasi yang mengedepannya kesejahteraan masyarakat.
  • Pada bank konvensional orientasi pembiayaannya adalah dengan memperoleh keuntungan semata.

Hubungan Bank dan Nasabah

  • Pada bank syariah hubungan antara bank dan nasabah adalah sebagai mitra semata.
  • Pada bank konvensional hubungan antara bank dengan nasabah memiliki hubungan yang ganda yakni sebagai kreditur dan debitur.

Dewan Pengawas

  • Pada bank syariah dewan pengawas terdiri dari BI, Bapepam, Komisaris serta adanya dari Dewan Pengawas Syariah. Selain adanya perbedaan prinsip operasional, salah satu yang membedakan adalah pada bank syariah atau bank islam harus adanya Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang bertugas untuk mengawasi segala aktivitas dari bank agar senantiasa dengan prinsip – prinsip syariah. Dengan kata lain pula DPS juga bertanggung jawab atas produk serta jasa yang ditawarkan kepada masyarakat sehingga harapannya sesuai dengan prinsip syariah. Selain itu investasi ata proyeknyapun yang harus ditangani oleh bank syariah juga harus sesuai dengan prisnsip syariah serta bank nya pun juga harus di – manage sesuai dengan syariah Islam.
  • Pada bank konvensional dewan pengawas hanya terdiri dari BI, Bapepam serta Komisaris.

Penyelesaian Sengketa

  • Pada bank syariah penyelesaian sengketa diupayakan mendahulukan musyawarah baik antara bank dan nasabah. Namun jika jalan temu tidak dapat tercapai maka yang menyelesaikan adalah dari pihak Pengadilan Agama. Dimana lembaga yang mengatur hukum berdasar prinsip syariah di Indonesia sering dikenal dengan sebutan Badan Arrbitrase Muamalah Indonesia (BAMUI) yang telah didirikan secara bersamaan oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia serta Majelis Ulama Indonesia.
  • Pada bank konvensional penyelesaian sengketa langsung melalui pengadilan yang ada di negera tersebut.
Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional

Penutup


Demikian tadi uraian mengenai pengertian dan perbedaan antara bank syariah dan bank konvensional. Semoga ulasan diatas bermanfaat bagi Anda.
Artikeloka » Kumpulan artikel informatif

Judul Artikel: Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional
Ditulis Oleh: Luki H.

Apabila Anda ingin republikasi artikel, dimohon dengan sangat kebersediaannya untuk menyertakan link yang mengarah ke laman artikel Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional ini.

Jika artikel yang Anda baca bermanfaat, silakan like/bagikan dengan teman Anda di sosial media dengan menggunakan tombol share dibawah.

0 Response to "Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional"

Posting Komentar

close