Pengertian Harga Pokok Menurut Para Ahli

Perhitungan penyusunan harga pokok merupakan suatu hal yang sangat penting dalam lingkup perusahaan atau dunia usaha. Harga pokok semestinya disusun secara tepat dan rasional dalam arti kata bahwa biaya-biayanya yang dibebankan sebagai harga pokok dapat menunjukkan hal yang wajar, atau dengan kata lain bahwa unsur-unsur harga pokok sendiri dapat dialokasikan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Oleh karenanya, pengklafikasian biaya-biaya sangat diperlukan guna mengetahui dimana diantara biaya tersebut yang merupakan harga pokok ini, oleh manajemen dapat ditentukan harga jual produk yang dihasilkan.

Pengertian Harga Pokok


Harga pokok merupakan masalah yang sangat penting di dalam berdangan (kegiatan jual dan beli barang). Pihak yang paling berkepentingan dengan harga pokok ini antara lain: pedagang dan produsen barang.

Maka dari itu, pihak-pihak ini perlu memahami hal hal yang berkaitan dengan harga pokok tersebut. Dalam bab ini akan dijelaskan perhitungan macam-macam harga pokok dan hal-hal yang                   berhubungan dengan perhitungan harga pokok. Harga pokok adalah nilai uang yang dikeluarkan untuk memproduksi suatu barang.

Pengertian Harga Pokok Produksi Menurut Ahli


1. T. Horngren (2008)
“Harga pokok produksi adalah biaya barang yang dibeli untuk diproses sampai selesai, baik sebelum maupun selama periode akuntansi berjalan”. Dalam pengertian ini Horngren menjelaskan semua biaya yang melekat dalam produksi barang akan diakui sebagai harga pokok produksi meskipun biaya tersebut muncul sebelum periode akuntansi berjalan. 

2. Supriyono (2000:288)
“Harga pokok produksi adalah elemen biaya yang diproduksi baik tetap (fix Cost) maupun variabel (Variable Cost)”. Beliau menjelaskan dengan simple, pokoknya semua unsur biaya yang melekat pada produksi barang tidak memandang biaya tersebut biaya tetap ataupun variabel yang cenderung naik turun sesuai dengan kapasitas barang yang diproduksi. 

3. Mursyidi (2010)
“Harga pokok produksi adalah biaya yang telah terjadi yang dibebankan / dikurangkan dari penghasilan “. Hal ini menjelaskan jika semua beban yang dikurangkan dari omset atau penjualan kotor merupakan harga pokok produksi. jadi teori ini jelas menyebutkan bahwa jika cara menghitung laba kotor dengan mengurangkan omset dengan harga pokok produksi.

4. Bastian Bustami dan Nurlela (2010:49)
“Harga pokok produksi adalah kumpulan biaya produksi dalam proses awal dan dikurangi persedian produk dalam proses akhir. Harga pokok produksi terikat pada periode waktu tertentu. Harga pokok produksi akan sama dengan biaya produksi apabila tidak ada persediaan produk dalam proses awal dan akhir”. Dalam definisi ini Bastian Bustami dan Nurlela menjelaskan bahwa harga pokok produksi berbeda dengan biaya produksi. Namun jika persediaan awal dan persediaan akhirnya tidak ada maka kedua unsur biaya ini adalah sama.

Pengertian Harga Pokok Produksi Berdasarkan Aktivitas


Harga pokok produksi berdasarkan aktifitas adalah cara menentukan sebuah biaya dengan cara menelusuri aktifitas dalam organisasi perusahaan dalam menghasilkan suatu barang. Hal ini di maksudkan agar tergambarkan kebutuhan biaya terbesar dalam menghasilkan barang itu sendiri. Selain itu adanya keinginan dari pihak perusahaan untuk menghasilkan barang dengan biaya seefektif mungkin. Dari adanya pelacakan biaya melalui aktifitas ini otomatis pihak menegement dapat mengatur efektifitas biaya. 

Dengan adanya penghitungan harga pokok berdasarkan aktifitas ini  secara otomatis perusahaan harus melakukan pencatatan pada setiap aktifitas yang dilakukan bertujuan untuk menghitung biaya yang timbul. Dan aktifitas tersebut harus menjadi sistem dalam setiap produksi barang. Untuk merancang sistem penghitungan harga pokok produksi aktifitas yang saya sebutkan di atas terbagi menjadi 4 kelompok:

1. Fasility Sustaining Activity Cost
Fasility Sustaining Activity Cost yaitu biaya yang timbul karena aktifitas bertujuan untuk mempertahankan keberlangsungan perusahaan. Contohnya biaya penyusutan. 

2. Product Sustaining Activity Cost
Product Sustaining Activity Cost yaitu biaya yang timbul karena aktifitas bertujuan untuk riset kualitas barang dan menjaga produk agar awet pada waktu di pasarkan. Contohnya biaya riset kemasan produk dan biaya penyimpanan. 

3. Batch Activity Cost
Batch Activity Cost yaitu biaya yang timbul karena aktifitas bertujuan untuk menjaga kuantitas pada gelombang produksi barang. Contohnya biaya pengaturan mesin cetak. 

4. Unit Level Activity Cost
Unit Level Activity Cost yaitu biaya yang timbul karena aktifitas yang bertujuan untuk menjaga kuantitas produk pada suatu periode pencatatan. Contohnya biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja. 

Setelah biaya tersebut di kelompokkan dalam 4 kelompok besar tersebut langkah kedua adalah menentukan biaya overhead pabrik. Biaya overhead ini nantinya menjadi biaya tetap yang sudah terprediksi sebelum adanya produksi. Setelah semua biaya terkelompokkan sekarang yang dapat dilakukan manajemen adalah melakukan prediksi sebelum dilakukannya produksi. untuk hal itu harus memiliki variabel yang biasa di sebut cost driver. Cost driver sendiri terbagi menjadi cost driver berdasarkan unit produksi dan cost driver berdasarkan non unit produksi. 

Untuk cost driver berdasarkan unit produksi ini biasa digunakan pada perusahaan manufaktur. Semakin banyak produk yang di hasilkan maka biaya yang dibutuhkan juga semakin banyak. Namun lainnya dengan cost driver berdasarkan non unit yang biasa di gunakan sebagai tolak ukur pada perusahaan jasa. Semakin banyak cost driver non unit yang di butuhkan tidak selamanya berbanding lurus dengan biaya yang di keluarkan. Contohnya jika kita mengerjakan lahan tanah dengan sistem borongan maka semakin kecil lahan yang akan di kerjakan semakin mahal pula biaya yang di kerjakan karena fix cost yang di bebankan akan terakumulasi sebagai biaya pengerjaan lahan tersebut.

Pengertian Harga Pokok Produksi Berdasarkan Biaya Bersama


Biaya bersama yang biasa disebut dengan biaya overhead bersama ini biasa di terapkan pada perusahaan yang memiliki produk berbeda namun ada suatu proses yang dilewati untuk menjadi produk itu sendiri. Seperti contoh misalnya sebuah pabrik pengolahan susu yang menghasilkan berbagai produk hasil turunan dari susu. Pada saat perawatan sapi sebagai penghasil susu ini disebut sebagai biaya bersama. Setelah proses pengambilan susu ada proses pengolahan susu yang nantinya akan di produksi menjadi susu murni, yogurt dan produk olahan lain ini yang menjadi titik pisah. Dari titik pisah ini nantinya susu akan di olah menjadi susu murni, yogurt dan produk olahan lain oleh masing-masing departemen yang bertanggung jawab atas output produk yang di miliki. Dari titik pisah ini dapat di hitung menggunakan metode yang telah saya sebutkan di atas. Namun di point ini akan menjelaskan cara penghitungan biaya yang timbul sebelum munculnya titik pisah tersebut. 

Pengertian Harga Pokok Produksi Berdasarkan Pesanan


Harga Pokok

Harga pokok produksi berdasarkan pesanan merupakan suatu penghitungan biaya produksi untuk menentukan harga pokok suatu barang yang di produksi perusahaan berdasarkan pesanan. Metode ini berlaku untuk suatu perusahaan yang baru memproduksi barang jika ada pesanan.

Dalam metode ini semua biaya dikumpulkan berdasarkan pesanan yang di dapatkan oleh perusahaan. Sedangkan untuk menghitung biaya per unit pesanan dengan membagi total biaya pesanan dengan produksi unit pada pesanan tersebut. Penghitungan pesanan pada metode ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data pesanan dari pelanggan yang memesan produk dan memperkirakan total biaya yang harus di lakukan untuk membuat produk tersebut.

Pihak menejemen dapat membuat kartu biaya pesanan untuk memudahkan dalam penggolongan biaya pada setiap pesanan. File kartu yang belum selesai pengerjaan produknya pada periode pencatatan dapat menjadi sumber informasi penghitungan persediaan dalam proses.

Seperti yang saya tulis di atas biaya yang timbul pada produksi barang sangat memungkinkan untuk menjadi biaya bersama. Jika dalam suatu pesanan terdapat biaya bersama dan biaya tetap yang tetap muncul meskipun tidak ada pengerjaan produk, maka harus di perhitungkan juga menggunakan rasio yang sudah saya tuliskan pada bagian biaya bersama.


Demikian ulasan mengenai pengertian harga pokok sesuai dengan jenis-jenisnya, semoga artikel ini berguna bagi kalian.



Artikeloka » Referensi artikel edukatif

Judul Artikel: Pengertian Harga Pokok Menurut Para Ahli
Ditulis Oleh: Luki Hardian

Apabila Anda ingin republikasi artikel, dimohon dengan sangat kebersediaannya untuk menyertakan link yang mengarah ke laman artikel Pengertian Harga Pokok Menurut Para Ahli ini.

Jika artikel yang Anda baca bermanfaat, silakan like/bagikan dengan teman Anda di sosial media dengan menggunakan tombol share dibawah.

0 Response to "Pengertian Harga Pokok Menurut Para Ahli"

Posting Komentar