Pengertian Sumpah Dalam Islam

Sumpah adalah suatu ucapan yang tujuannya untuk meyakinkan orang lain terhadap sesuatu yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh orang yang mengucapkan sumpah. Dalam Islam, sumpah tidak boleh di ucapkan secara asal-asalan. Ada konsekuensi atau resiko yang akan di tanggung orang tersebut manakala ia mengucapkan sumpah sementara kenyataannya dia berbohong.

Pengertian Sumpah


Sumpah dalam bahasa Arab disebut dengan Al-Aimanu, Al-Halfu, Al-Qasamu. Al-Aimanu Jama’ dari kata Al-Yamiinu (tangan kanan) karena orang Arab di zaman Jahiliyah ketika bersumpah satu sama lain akan saling berpegangan tangan kanan. KataAal-Yamiinu secara etimologis dikaitkan dengan tangan kanan yang bisa berarti Al-Quwwah (kekuatan), dan Al-Qasam (sumpah). Dengan demikian, pengertian Al-Yuamiinu merupakan perpaduan dari tiga makna tersebut yang selanjutnya digunakan untuk bersumpah. Dikaitkan dengan kekuatan (Al-Quwwah), karena orang yang ingin menyatakan sesuatu dikukuhkan dengan sumpah sehingga pernyataannya menjadi lebih kuat sebagaimana tangan kanan lebih kuat dari tangan kiri. Lafal sumpah tersebut harus menggunakan huruf sumpah (Al-Qasam) yaitu: waw, ba dan ta. seperti; walLahi, bilLahi, talLahi.

Adapun pengertian sumpah menurut KBBI adalah sebagai berikut :
  1. Pernyataan yang diucapkan secara resmi dengan bersaksi kepada Allah SWT untuk menguatkan kebenaran dan kesungguhan.
  2. Pernyataan yang disertai tekad melakukan sesuatu menguatkan kebenarannya atau siap menerima resiko jika yang dinyatakan tidak benar.
  3. Janji atau ikrar yang teguh (akan menunaikan sesuatu).

Pengertian Sumpah Menurut Para Ulama


Beberapa ulama berbeda pendapat mengenai hukum bersumpah, berikut adalah beberapa pendapat ulama mengenai hukum bersumpah:

1. Imam Malik

Menurut Imam Malik, hukum asal sumpah yaitu Jaiz ( boleh ), tetapi bisa menjadi sunnah apabila dimaksudkan untuk menekankan suatu masalah keagamaan atau untuk mendorong orang melakukan sesuatu yang diperintahkan agama, atau melarang orang berbuat sesuatu yang diperintahkan agama, atau melarang orang berbuat sesuatu yang dilarang agama. Jika sumpah hukumnya mubah, maka melanggarnya pun mubah, tetapi harus membayar kafarat (denda), kecuali jika pelanggaran sumpah itu lebih baik.

2. Imam Hambali

Iman Hambali memiliki pendapat bahwa hukum bersumpah itu tergantung kepada keadaannya. Bisa wajib, haram, makruh, sunnah ataupun mubah. Jika yang disumpahkan itu menyangkut masalah yang wajib dilakukan, maka hukum bersumpahnya menjadi wajib. Sebaliknya, manakala sumpah tersebut dilakukan untuk hal-hal yang diharamkan, maka hukum bersumpahnya juga sunnah dan seterusnya.

3. Imam Syafi’i

Imam Syafa'i berpendapat bahwa hukum asal sumpah adalah makruh, namun juga bisa menjadi sunnah, wajib, haram dan juga mubah. Tergantung pada keadaannya

4. Imam Hanafi

Imam Hanafi mendefinisikan asal hukum bersumpah adalah ‘jaiz‘, tetapi lebih baik tidak terlalu banyak melakukan sumpah. Jika seseorang bersumpah akan melakukan maksiat, wajib ia melanggar sumpahnya. Jika seseorang bersumpah akan meninggalkan maksiat maka ia wajib melakukan sesuai dengan sumpahnya.

Pengertian Sumpah Mubahalah


Sebagaimana di lansir dari sejumlah sumber, mubahalah berasal dari kata bahlah atau buhlah yang artinya adalah kutukan atau melaknat. Mubahalah secara sederhana diartikan sebagai saling melaknat. Pengertiannya adalah dua orang saling melaknat yang disaksikan oleh orang banyak untuk meyakinkan pendapatnya benar, sementara pendapat lawan salah.

Syarat dan Rukun Sumpah


Sesuai dengan pendapat Nashruddin Baidan, rukum sumpah itu ada empat, yaitu :

  1. Muqsim atau orang yang melakukan sumpah
  2. Muqsam Bih yaitu sesuatu untuk dijadikan landasan atau dasar sumpah
  3. Adat Qasam atau perlengkapan untuk bersumpah
  4. Muqsam ‘Alaih yaitu sesuatu yang disumpahkan

Adapun sumpah akan dianggap sah apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

  1. Menyebut asma Allah SWT atau salah satu sifatnya.
  2. Orang yang bersumpah sudah mukallaf.
  3. Tidak dalam keadaan terpaksa dan disengaja dengan niat untuk bersumpah.

Baca juga:


Terlepas dari beberapa pendapat sebagaimana dijelaskan diatas, sumpah adalah suatu ucapan yang mengatas namakan Allah SWT yang jika dipermainkan berarti telah mempermainkan agama. Oleh sebab itu, jika telah bersumpah, maka peliharalah sumpah tersebut.
Artikeloka » Referensi artikel edukatif

Judul Artikel: Pengertian Sumpah Dalam Islam
Ditulis Oleh: Luki Hardian

Apabila Anda ingin republikasi artikel, dimohon dengan sangat kebersediaannya untuk menyertakan link yang mengarah ke laman artikel Pengertian Sumpah Dalam Islam ini.

Jika artikel yang Anda baca bermanfaat, silakan like/bagikan dengan teman Anda di sosial media dengan menggunakan tombol share dibawah.

0 Response to "Pengertian Sumpah Dalam Islam"

Posting Komentar

close