loading...

Contoh Karangan Bebas Tentang Liburan Sekolah

loading...
Materi pendidikan untuk mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia biasanya akan memberikan tugas kepada siswa untuk membuat karangan bebas. Nah, salah satu tugas karangan bebas yang sering diberikan oleh guru adalah karangan bebas tentang liburan sekolah. Dibawah ini saya rangkum beberapa contoh karangan bebas tentang libur sekolah yang dapat Anda pelajari sehingga kemudian mampu menulis karangan bebas milik Anda sendiri.

Baca: Contoh Karangan Bebas Tentang Ibu

Sebagai catatan, membuat karangan bebas tentang libur sekolah ini sebenarnya sangat mudah. Saya yakin Anda tidak akan menemui kesulitan berarti, karena pada intinya Anda hanya perlu menuliskan cerita libur sekolah Anda. Misalkan saja pada saat libur sekolah kemarin Anda pergi main ke rumah kakek Anda, maka dalam karangan tersebut cukup ceritakan perjalanan serta yang Anda lakukan selama berada di rumah kakek Anda.

Cukup mudah, bukan? Jika masih di rasa sulit, silakan simak contoh cerita bebas tentang liburan sekolah berikut ini.

Contoh #1 - Berkunjung ke rumah kakek

Sehari sebelum libur sekolah, aku menelepon kakek yang ada di kampung. Saya sampaikan padanya bahwa saya akan main kesana. Dari suaranya, sepertinya kakek merasa sangat senang mendengar berita tersebut, namun disisi lain kakek juga tidak yakin kalau aku memang benar-benar akan mengunjunginya di kampung. "kamu mau jenguk kakek di kampung?" tanya kakek ke aku waktu ku hubungi melalui telelepon. "Iya kek, liburan nanti aku pasti main kesana" jawab aku. "Kamu gak kejauhan apa?" tanya kakek lagi. "Tidak kek, kan aku kangen sama kakek" jawab aku lagi.

Tepat jam 4 sore 3 hari berselang akhirnya aku benar-benar sampai ke rumah kakek yang berada jauh dari tempat tinggalku. Sesampainya disana, kakek langsung memeluk aku dengan penuh riang. "Akhirnya cucuk benar-benar datang!". Suara kakek sambil mendekap erat tubuhku. "Iya kek, kan aku sudah bilang kalau aku mau menjenguk kakek!". Jawab aku kepada kakek. Setelah itu, kakek langsung menyuruhku untuk beristirahat.

Setelah beristirahat selama sekitar satu jam, aku pun mendatangi kakek yang sedang duduk dibelakang rumah. "Kek, ngapain bengong disini?" Tanyaku kepada kakek. "Kakek gak bengong, kakek cuman ingat waktu kamu masih kecil dulu. Gak nyangka sekarang kamu sudah tumbuh besar". Jawab kakek kepadaku. "Iya dong kek, aku kan bentar lagi udah mau masuk SMA, udah besar dong". Jawabku kepada kakek.

Tidak lama kemudian kakek pun mengajakku pergi ke kebun. Di kebun tersebut terdapat banyak tanaman hortikultura seperti tomat, sawi, kacang panjang, dan lain sebagainya. Nuansa indah nan alami betapa terasa saat ku berada di kebun kakek. "Ini semua kakek sendiri yang tanam?" tanyaku ke kakek. "ya tidaklah, masak segini banyaknya kakek sendiri, kakek biasanya nyuruh 2 orang untuk bantu kakek terus kakek kasih upah" jawab kakek.

Kebun Tomat
Ilustrasi Kebun Tomat

Waktu sudah hampir maghrib, kakek pun mengajakku pulang. Pada malam harinya kami menghabiskan waktu untuk ngobrol dan mengingat kisah-kisah di masa kecilku. Dua hari berikutnya pun aku lalui dengan penuh riang. Sungguh kebahagiaan yang tak terhingga dapat menemani kakek tercinta setelah hampir dua tahun aku tidak pernah mengunjunginya dan hanya bersua melalu telepon.

Pada pagai hari itu aku pun pamitan sama kakekku. "Kek, aku pamit dulu saya. Kakek hati-hati, jaga kesehatan, dan jangan bekerja terlalu lelah, kan kakek sudah tua!" Pintaku sama kakek. Kakek pun terlihat sedih dan meneteskan air mata sembari berkata "iya, kamu juga jaga diri baik-baik, belajar yang rajin, dan jadilah orang yang berguna suatu hari nanti".

Contoh #2 - Liburan sekolah ke pantai

Seminggu lalu orangtuaku memendam keinginan untuk liburan ke pantai, mengingat aku dan adik sedang liburan sekolah, sekaligus sebagai hadiah karena kemarin lusa adikku merayakan ulang tahunnya yang ke-12.

Waktu menunjukkan pukul 04.55 pagi, tapi aku dan keluarga sudah bersiap pergi ke pantai Ikan Mas. Kami berangkat pagi-pagi sekali karena jarak dari rumah ke pantai sekitar 3.5 jam perjalanan. Agar perut kami tidak terasa lapar, ibu telah menyiapkan roti telur kesukaanku.

Kami tempuh perjalan menggunakan mobil mpv. Dalam mobil ada aku, adik perempuanku, ayah dan ibu. Aku dan adik dilarang membawa ponsel oleh ayah dan ibu agar lebih menikmati perjalanan dan liburan tersebut. Untuk menghabiskan waktu aku bermain tebak nama berdasarkan huruf dengan adikku yang hanya terpaut 1 tahun dariku.

Langkah pertama dalam permainan ini kami menentukan temanya dulu, kali itu tema yang kami pilih adalah hewan. Selanjutnya Kami meminta bantuan ibu untuk menyebutkan huruf depan nama hewan yang akan kami tebak. Jika ibu bilang huruf “K” maka aku dan adikku adu cepat dan adu banyak dalam menyebutkan nama hewan yang memiliki awalan “K”, seperti kucing, katak, kancil, dsb.

Setelah tema hewan kami mulai berganti tema menjadi nama buah, nama karakter komik, nama negara, dan lain sebagainya. Tak jarang ayah tiba-tiba ikut menjawab walaupun ayah bukanlah peserta resmi permainan. Tidak ku sangka jika permainan sesederhana ini ternyata begitu menyenangkan dan sangat menghibur sekali.

Tanpa terasa dua jam lebih sudah berlalu. Kami mulai memasuki daerah perbukitan. Aku dan adik mulai memperhatikan pemandangan dengan seksama. Kami terpesona dengan hamparan sawah di bawah yang begitu indah. Sayangnya aku hanya bisa menikmati pemandangan tersebut sebentar saja, karena setelah itu aku mulai merasa pusing dan mual akibat jalan yang berlika-liku, naik dan turun. Ibu memberikanku minyak kayu putih. Syukur, aromanya bisa mengurangi rasa mual.

Kami sekeluarga akhirnya tiba di Pantai Ikan Mas. Pantai ini terletak di Kabupaten (Fiktif). Kami pun serasa tak sabar untuk menikmati indahnya susana di pantai tersebut. Sambil menikmati angin laut, kami makan bersama terlebih dulu. Menu yang tersaji kala itu adalah ikan mas panggang dan sosis. Tidak ada duanya, masakan ibuku rasanya emang enak sekali.

Selama berada di pantai, aku tidak bisa berhenti dari merasa takjub melihat indahnya pantai tersebut. Pantai Ikan Mas ini memang belum seberapa dikenal, sehingga belum banyak pengunjung yang datang. Namun, pantai tersebut masih sangat bersih sehingga membuat kami sekeluarga merasa sangat nyaman.

Aku dan adikku tak sabar untuk bermain, jadi kami langsung berlari ke arah tepi pantai. Kami tidak mengindahkan perkataan ibu yang menyuruh kami memakai alat pengaman terlebih dahulu. Rasanya segar ketika air laut mengenai kaki kami.

Di tepi pantai aku menemukan ranting kayu yang panjang. Akhirnya aku ambil dan menyeretnya. Setelah berjalan beberapa saat kami sampai di muara, yaitu tempat pertemuan air sungai dan air laut. Kami berhenti dan melihat ke belakang, terlihat garis panjang di pasir hasil ranting kayu yang aku seret dari tadi. Tak tau kenapa aku dan adikku merasa garis tersebut sangat bagus. Selanjutnya kami memutuskan untuk berenang dulu di muara. Karena arusnya memang sedang tenang.

Kami berenang sekira 10 menit, sebelum orangtua kami memanggil, menyuruh kami ke tepi laut. Kami sekeluarga pun bermain air. Ayah mengajak kami duduk bersila membelakangi laut. Saat ombak datang kami terseret ke pantai. Rasanya sangat seru, karena kita tidak melihat kapan ombak datang. Sementara ibu hanya bermain air di tepi pantai dan mengambil gambar kami melalui kamera digital miliknya.

Setelah puas bermain air, ayah mengajak kami menulis di pasir. Tulisan yang kami buat saat itu adalah "Fantastic Day". Ketika melihat hasil potretan ibu di kameranya, ternyata lumayan bagus juga.

Tanpa terasa sudah jam 11.30 siang, matahari sudah sangat terik. Ayah dan ibu mengajak kami untuk membersihkan diri. Setelah bersih, kami sholat Dzuhur berjamaah di musholla dekat tempat kami mandi. Acara dilanjutkan dengan menikmati bakso hangat di warung di pinggir pantai, rasanya enak sekali makan sambil melihat keindahan pantai.

Ketika perjalanan pulang aku dan adik tertidur pulas. Saat kami bangun, tahu-tahu kami sudah berada di rumah. Sungguh menyenangkan liburan kali ini. Aku tidak sabar ke pantai lagi bersama ayah, ibu dan adik. Aku pun kembali tertidur hingga pagi karena masih cukup kelelahan.

Demikian dua buah contoh karangan bebas tentang liburan sekolah, semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda dan dapat memberikan inspirasi berguna.

Baca juga: Pengertian Majas dan Contoh Majas
loading...

Artikeloka » Referensi artikel edukatif

Judul Artikel: Contoh Karangan Bebas Tentang Liburan Sekolah
Ditulis Oleh: Luki Hardian

Apabila Anda ingin republikasi artikel, dimohon dengan sangat kebersediaannya untuk menyertakan link yang mengarah ke laman artikel Contoh Karangan Bebas Tentang Liburan Sekolah ini.

Jika artikel yang Anda baca bermanfaat, silakan like/bagikan dengan teman Anda di sosial media dengan menggunakan tombol share dibawah.

0 Response to "Contoh Karangan Bebas Tentang Liburan Sekolah"

Posting Komentar